Dompet Dhuafa menyelenggarakan webinar dengan tema Update Covid-19 dan Vaksinsasi Covid-19 Serta Persiapan Pembelajaran Tatap Muka Ditinjau Dari Sisi Kesehatan yang disiarkan live  melalui YouTube DDTV dan Zoom Meeting. (Foto: Tangkap layar)

ZNEWS.ID JAKARTA – Dompet Dhuafa menyelenggarakan webinar dengan tema Update Covid-19 dan Vaksinsasi Covid-19 Serta Persiapan Pembelajaran Tatap Muka Ditinjau Dari Sisi Kesehatan, Jumat, (18/6/2021). Kegiatan digelar pukul 13.30 WIB – 17.00 WIB dan disiarkan live melalui YouTube DDTV dan Zoom Meeting.

Acara dihadiri oleh dr Yeni Purnamasari MKM selaku General Manager Kesehatan Dompet Dhuafa, dr Riyadi Sutarto SpP dan dr Heidy Agustin SpP (K) dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), serta Dr dr Nastiti Kaswandani SpA (K) perwakilan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Bertindak sebagai moderator yaitu dr Widarni MARS IBCLC yang merupakan Relawan Spesialis Dompet Dhuafa.

Dalam sambutannya, Yeni menjelaskan tentang peran Dompet Dhuafa dalam upaya penanggulangan Covid-19. Ia mengatakan bahwa Covid-19 di Indonesia menyebar melalui tiga fase. Menurut Yeni, sejak Maret 2020 sampai dengan hari ini, Covid-19 sudah melewati fase puncak. Dan, terjadi penurunan kasus mulai Februari. Tetapi, sejak Juni kembali mengalami kenaikan.

“Saat ini fase sudah ada vaksinasi. Vaksinasi sudah dilakukan pada 2021 dan belum bisa memenuhi target dari pemerintah Republik Indonesia untuk mencapai herd immunity atau kekebalan komunitas yang diharapkan. Tetapi, ini menjadi tantangan kita semua sehingga Dompet Dhuafa ingin menyosialisasikan kembali bagaimana Covid update ini. Dan, kita bersama bisa mewaspadai sekaligus memiliki peran dalam memutus mata rantai penularan,” ujarnya.

Lebih dalam Yeni menerangkan tentang program yang dilakukan Dompet Dhuafa sejak awal Pandemi Covid-19 sampai saat ini.

“Sejak awal Covid-19 di Indonesia pada Maret, Dompet Dhuafa telah melakukan berbagai program. Program di awal kita sebut Cekal Corona atau Cegah Tangkal Corona. Fokus progam kita pada upaya edukasi, kemudian upaya sterilisasi berbagai fasilitas publik yang memang masih terdapat aktivitas-aktivitas masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA  Semangat 75 Tahun, Parni Hadi Luncurkan Buku Audiovisutorial

Dompet Dhuafa, kata Yeni, juga menyiapkan respons terhadap kebutuhan front liner, tenaga medis di rumah sakit maupun puskesmas dan klinik, juga isolasi area. Lalu, fase adaptasi terhadap kebiasaan baru yang kita mulai dengan program ketangguhan keluarga.

LEAVE A REPLY