Dompet Dhuafa menyelenggarakan webinar dengan tema Update Covid-19 dan Vaksinsasi Covid-19 Serta Persiapan Pembelajaran Tatap Muka Ditinjau Dari Sisi Kesehatan yang disiarkan live  melalui YouTube DDTV dan Zoom Meeting. (Foto: Tangkap layar)

“Campur-campur, ya, jadi boleh memilih dia mau belajar di sekolah atau mau belajar di rumah secara daring. Ketika nanti ada yang offline dan online seyogianya anak itu mendapatkan perlakuan yang sama. Memang ini memerlukan inovasi. Misalnya, memanfaatkan belajar di ruang terbuka, karena di ruang terbuka risikonya lebih rendah dibandingkan berkumul bersama di ruangan tertutup,” ungkap Nastiti.

Ia juga menjelaskan mengenai panduan pihak penyelenggara, orang tua, dan evaluator yang ingin menjalankan sekolah tatap muka. Semua guru dan pengurus sekolah yang berhubungan dengan anak, orang tua atau pengasuh, harus sudah divaksinasi.

Kemudian, membuat kelompok belajar kecil. Kelompok ini yang bertinteraksi secara terbatas di sekolah. Dengan tujuan, jika ada kasus terkonfirmasi, contact tracing dapat dilakukan secara efisien.

Masuk atau pulang bertahap untuk menghindari penumpukan siswa di sekolah. Lalu, penjagaan gerbang dan pengawalan yang ketat atau disiplin guna menghindari kerumunan di gerbang sekolah.

“Jika menggunakan kendaraan antar jemput, gunakan masker dan jaga jarak, serta menjaga ventilasi dengan membuka jendela mobil, lalu buka semua jendela kelas. Gunakan area outdoor jika memungkinkan. Dalam ruang sirkulasi tertutup direkomendasikan High Efficiency Patricular Air (HEPA) Filter,” ujarnya.

Nastiti melanjutkan, pihak sekolah harus membuat pemetaan resiko siswa dengan komorbid, orang tua siswa dengan komorbid atau tinggal bersama lansia maupun guru dengan komorbid, serta kondisi kesehatan atau medis anak.

“Anak komorbid dengan komorbiditas atau penyakit kronik sebaiknya tetap belajar secara daring. Adapun contoh komorbiditas yaitu diabetes mellitus, penyakit jantung, keganasan, penyakit autoimun, HIV, penyakit ginjal kronik, penyakit paru kronik, obesitas, dan syndrome tertentu,” jelas Nastiti. (LKC DD)

Editor: Agus Wahyudi

LEAVE A REPLY