
Riyadi juga menjelaskan tentang kondisi terkini yang dialami di Wisma Atlet dan rumah sakit terkait dengan lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi saat ini.
“Terkait lonjakan kasus ini selain peningkatan keterisian rumah sakit yang cepat penuh, pasien-pasien yang tidak dapat tempat ruang rawat yang ideal kita juga ketemu masalah baru. Kemarin kita juga sempat ada masalah obat, jadi dengan lonjakan kasus yang sangat cepat ini, kita berhadapan lagi dengan tingkat pemakaian obat yang cukup banyak. Banyak obat yang habis, jadi ketersediaannya sudah cukup mengkhawatirkan,” katanya.
Pada webinar ini, selain penjelasan tentang situasi terkini Covid-19, diterangkan juga tentang mengapa vaksinasi Covid-19 penting dilakukan, dr Heidy Agustin SpP (K) sebagai dokter spesialis paru memberikan penjelasan tersebut kepada para peserta webinar yang hadir.

“Era vaksin baru kita ketahui sejak tiga atau empat bulan yang lalu. Tapi, sebenarnya vaksin ini dari 10 Januari 2020 para pakar sudah menemukan genome dari Coronavirus Covid-19. Itu merupakan suatu langkah awal penemuan vaksin,” terang Heidy.
Ia menjelaskan, tujuan melaksanakan vaksinasi yaitu untuk menurunkan kesakitan dan kematian akibat Covid-19. Serta, mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity. Mencegah dan melindungi kesehatan masyarakat secara umum, juga melindungi diri dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh.
Setelah penjelasan tentang situasi terkini Covid-19 dan pentingnya pemberian vaksin, Dr dr Nastiti Kaswandani SpA (K) yang merupakan perwakilah dari Ikatan Dokter Anak Indonesia menerangkan tentang update Covid-19 pada anak serta rencana persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang ditinjau dari sisi kesehatan.
“Per 17 Juni, angka kasusnya sudah 1,95 juta yang meninggal itu ada 53.753. Jadi, angka case fatality rate atau angkat kefatalan dari pasien Covid-19 kalo terkena Covid-19 untuk bisa meninggal itu 2,8%. Nah, di sini ada data mengenai spesimen yang diperiksa dan juga mengenai data vaksinasi,” ujarnya.



























