Jakarta, ZNews.id – Industri otomotif China mencatatkan kinerja ekspor yang impresif sepanjang 2025. Data China Passenger Car Association (CPCA) menunjukkan total ekspor kendaraan China mencapai 8,32 juta unit. Angka ini tumbuh sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari total ekspor tersebut, kendaraan energi baru (new energy vehicles/NEV) menjadi motor pertumbuhan. Sepanjang 2025, ekspor NEV China menembus 3,43 juta unit, melonjak 70 persen secara tahunan. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan tahun 2024 yang tercatat sekitar 16 persen.
Peta Tujuan Ekspor Berubah
Struktur pasar ekspor kendaraan China pada 2025 mengalami pergeseran dibandingkan dua tahun sebelumnya. Jika pada periode 2023–2024 Rusia dan beberapa negara Eropa menjadi pasar utama, kini Meksiko muncul sebagai tujuan ekspor terbesar.
Sepuluh negara pengimpor kendaraan China terbesar pada 2025 adalah:
- Meksiko: 625.187 unit
- Rusia: 582.738 unit
- Uni Emirat Arab (UEA): 571.937 unit
- Inggris: 335.551 unit
- Brasil: 322.076 unit
- Arab Saudi: 302.189 unit
- Belgia: 300.103 unit
- Australia: 297.382 unit
- Filipina: 256.681 unit
- Kazakhstan: 211.545 unit
Meksiko berhasil naik ke peringkat pertama, sementara ekspor ke UEA melonjak signifikan dan bahkan sempat menjadi yang tertinggi pada Desember 2025. Di sisi lain, ekspor ke Inggris mencatat pertumbuhan positif, Australia relatif stabil, sedangkan Brasil mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
NEV Kuasai Pasar Eropa dan Asia
Untuk segmen kendaraan energi baru, peta pasar sedikit berbeda. Belgia tercatat sebagai pengimpor NEV China terbesar pada 2025, disusul Inggris dan Meksiko.
Daftar 10 negara pengimpor NEV China terbesar:
- Belgia: 284.921 unit
- Inggris: 231.181 unit
- Meksiko: 221.027 unit
- Brasil: 200.825 unit
- Filipina: 200.544 unit
- Uni Emirat Arab: 191.946 unit
- Thailand: 151.633 unit
- Australia: 145.781 unit
- Indonesia: 126.536 unit
- India: 102.691 unit
Menariknya, Thailand, Indonesia, dan India masuk dalam 10 besar pengimpor NEV China meski tidak termasuk dalam daftar 10 besar pengimpor kendaraan China secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan tingginya minat negara-negara Asia terhadap kendaraan listrik dan elektrifikasi.
Komposisi Ekspor: Elektrifikasi Kian Kuat
Dari sisi komposisi, ekspor otomotif China semakin bergeser ke arah kendaraan ramah lingkungan:
- Mobil listrik murni (BEV) menyumbang 28 persen dari total ekspor, naik 2 persen secara tahunan.
- Plug-in hybrid (PHEV) berkontribusi 13 persen, meningkat tajam 8 persen.
- Hybrid konvensional menyumbang 6 persen, naik 2 persen.
Sebaliknya, kendaraan bermesin bensin konvensional masih mendominasi dengan porsi 43 persen, namun kontribusinya turun sekitar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tren ini mempertegas percepatan transisi China menuju kendaraan berbasis listrik dalam pasar ekspor.
Pengaruh Tarif dan Pola Musiman
CPCA juga mencatat adanya pola musiman dalam ekspor kendaraan China. Volume ekspor cenderung lebih tinggi pada musim panas, berbeda dengan tren penjualan domestik. Pada Januari 2025, ekspor tercatat kuat, namun periode Februari hingga April mengalami perlambatan.
Perlambatan tersebut dipengaruhi oleh dampak tarif yang diberlakukan Amerika Serikat, sebelum ekspor kembali pulih pada periode Mei hingga November. Menjelang akhir tahun, peningkatan ekspor mobil bekas pada Desember turut mendorong capaian tahunan.





























