
“Dompet Dhuafa mengadaptasi era new normal atau adaptasi kebiasaan baru dengan program yang disebut Aksi Peduli Dampak Corona (APDC). Karena, kata Yeni, dalam periode adaptasi kebiasaan baru banyak masyarakat yang terkena dampak pandemi. Baik itu ekonomi, kesehatan, sosial, dan lainnya. Ini menjadi pertimbangan Dompet Dhuafa dalam melakukan program,” jelas Yeni.
Kemudian, berkaitan dengan Update Covid-19 yang ada di Indonesia, dr Riyadi Sutarto SpP mengungapkan tentang situasi terkini Covid-19 dengan varian baru dan dampak yang harus di waspadai saat ini.
“Berkaitan dengan varian mutasi dari Covid-19, sebetulnya varian dari SARS-CoV-2 ini cukup banyak. Tetapi, ada varian-varian yang kita sebut varian of concern,” katanya.

Artinya, lanjut Riyadi, varian-varian ini jika dibandingkan setelah diteliti, terus dibandingkan dengan mutasi-mutasi yang lain, dia memiliki karakteristiknya, seperti penyebarannya lebih cepat, yang kedua berhubungan dengan gejala klinis yang lebih berat, yang ketiga yaitu berhubungan dengan efektivitas vaksin.
“Jadi, dapat mengurangi efektivitas vaksin, masalah diagnostik, dan satu lagi masalah pengobatan. Itu yang kita sebut mutasivarian of concern,” tuturnya.
Riyadi menambahkan, untuk varian of concern ini sebetulnya ada 4. Pertama dari Inggris, B117 atau Alfa. Kedua varian dari Afrika Selatan, kemudian dari Brazil, dan yang lagi booming saat ini yaitu varian Delta dari India.
“Nah, untuk varian-varian ini sudah ada di Indonesia, khususnya juga di Jakarta. Saya dapat rekapan untuk sampai tanggal 13 Juni itu sudah ada 48 varian of concern yang paling banyak itu yang varian delta, varian delta itu varian India,” ungkapnya.



























