Ilustrasi perbedaan kurban dan akikah. (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID JAKARTA – Perbedaan kurban dan akikah nampaknya masih menjadi pertanyaan yang membingungkan di masyarakat. Hal itu sangat wajar mengingat keduanya sama-sama berhukum sunah muakad.

Secara dhohir, keduanya juga memiliki kesamaan menyembelih hewan. Walau memiliki beberapa persamaan, nyatanya kurban dan akikah sangatlah berbeda.

Secara bahasa, kurban berarti dekat. Maksudnya, kurban adalah ibadah yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sedangkan menurut istilah, kurban yaitu menyembelih hewan dengan tujuan beribadah kepada Allah pada Hari Raya Haji atau Idul Adha pada 10 Zulhijah dan tiga hari Tasyrik setelahnya 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Berbeda dengan kurban, pengertian akikah secara bahasa adalah memotong. Ibadah ini dilaksanakan oleh orang tua dalam rangka syukuran atas kelahiran anak mereka.

Selain menyembelih hewan, mereka juga memotong rambut bayi dan mentahniknya. Agar lebih jelas, berikut ini adalah delapan perbedaan kurban dan mentahniknya menurut Al-Qur’an dan hadis, yaitu:

1. Tujuan Disyariatkannya

Perbedaan kurban dan akikah yang pertama adalah dari sisi tujuan syariatnya. Di mana kurban dilaksanakan dalam rangka memperingati pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Sebagaimana tercatat dalam Al-Qur’an,

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: ‘Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!’  Ia menjawab: ‘Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insyaallah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar’.” (QS As-Shafaat: 102)

LEAVE A REPLY