Ilustrasi perbedaan kurban dan akikah. (Foto: Dompet Dhuafa)

6. Pemberian Daging

Dalam pemberian daging, juga terdapat perbedaan kurban dan akikah. Untuk kurban, sepertiga daging menjadi hak pekurban, dan boleh dinikmati. Selebihnya, penerima daging kurban diutamakan untuk kaum dhuafa dan fakir miskin.

“Maka makanlah sebagiannya (daging kurban) dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (orang yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta.” (QS Al-Hajj:36)

Berbeda dengan kurban, daging akikah diberikan dalam keadaan matang dan siap dinikmati. Dan, tidak ada ketentuan khusus, boleh untuk siapa saja, baik itu saudara, tetangga, ataupun fakir miskin.

7. Wujud Daging yang Diberikan

Seperti yang sudah lazim kita ketahui, pembagian daging kurban selalu dalam kondisi mentah. Hal ini sangat berbeda dengan daging akikah yang justru harus dalam keadaan matang. Biasanya daging akikah diolah menjadi sate ataupun gulai, dan dilengkapi dengan nasi, sayur, dan buah saat akan diberikan kepada orang lain.

Demikianlah 8 perbedaan kurban dan aqiqah menurut Al-Qur’an dan Hadis. Semoga dapat menambah informasi dan juga semangat melaksanakan ibadah kurban dan akikah.

Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dompet Dhuafa telah menyediakan layanan kurban yang mempermudah masyarakat dan memberikan manfaat yang luas, bahkan penerimanya menjangkau seluruh pelosok negeri. (dompetdhuafa.org)

Editor: Agus Wahyudi

LEAVE A REPLY