
ZNEWS.ID TIMOR TENGAH SELATAN – Misi menyampaikan amanah kurban tidak selalu mudah. Perjalanan Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa yang menggandeng PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) tahun ini, menjadi bukti bahwa pengorbanan seringkali harus dilalui untuk menebar kebaikan.
Pada 2025, Dompet Dhuafa dan Prudential Syariah mendistribusikan delapan ekor sapi kurban di wilayah Jabodetabek dan wilayah 3T seperti Desa Bileon dan Besleu. Sebanyak 1.500 warga menjadi penerima manfaat dari program ini.
Di NTT, hewan kurban disalurkan ke empat masjid di dua desa. Medan yang berat, seperti jalan berbatu, tanjakan terjal, sungai, dan lumpur, harus dilalui. Bahkan, untuk menuju Masjid Al Munawaroh, kendaraan harus dibantu warga agar dapat melewati jalan yang sulit.
“Meskipun masih banyak rintangan dan tantangan terutama jalan untuk masuk ke Masjid Al Munawaroh Tuniun ini, kami yang di sini juga sangat senang terutama para jamaah sangat senang karena setiap satu tahun baru dapat menikmati hewan kurban terutama pada saat lebaran kurban seperti ini,” kata Hasan, salah satu tokoh masyarakat Desa Bileon.
Melalui kerja sama dengan Prudential Syariah, Dompet Dhuafa membawa kebahagiaan bagi masyarakat yang jarang menikmati daging.

Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, menjelaskan bahwa wilayah 3T dipilih karena memiliki potensi besar untuk berkembang, meski masih kekurangan pasokan pangan bergizi seperti protein hewani.
“Merayakan Hari Iduladha tahun ini, Prudential Syariah menyalurkan daging kurban di wilayah 3T. Hal ini karena daerah 3T merupakan wilayah Indonesia yang memiliki kondisi geografis, sosial, ekonomi dan budaya yang masih memiliki potensi berkembang dibandingkan dengan daerah lain dalam skala nasional, termasuk kurangnya ketersediaan pangan yang beragam terutama sumber protein hewani. Tentunya, wilayah 3T menjadi daerah yang tepat bagi kami untuk berbagi dan menyalurkan kurban,” ungkap Vivin.
Masyarakat Desa Bileon sebagian besar menggantungkan hidup pada hasil pertanian musiman seperti jagung dan kacang. Bahkan, biaya pendidikan anak pun diperoleh dari hasil kebun atau ternak. Mereka menjalani hidup dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
Sebelum 2021, daging kurban nyaris tidak pernah hadir di wilayah ini. Namun, sejak Dompet Dhuafa hadir, masyarakat mulai rutin mendapatkan daging setiap Iduladha. Hal ini sangat disyukuri oleh para warga.
“Kami di sini, mungkin kurban begini baru kami bisa dapat daging, bisa makan. Tapi, selagi kurban selesai, mungkin kami tidak bisa makan daging. Adanya sayur kami bisa makan,” ujar Mahyan Natonis, salah satu imam Masjid Al Munawaroh, Kampung Tuniun, Desa Bileon.

Menurut Mahyan, Iduladha bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi juga saat penuh kehangatan persaudaraan dari umat Islam yang peduli dan hadir bagi mereka yang tinggal jauh dari pusat kota.
“Kami sangat bersyukur karena Dompet Dhuafa sudah peduli, sudah lihat kami. Walaupun kami ada di pelosok, tapi kami sudah diperhatikan. Kami sangat bersyukur. Mudah-mudahan bisa bertambah lagi tahun yang akan datang,” kata Mahyan.
Mahyan juga bercerita, hingga kini masih banyak masyarakat yang ingin memeluk agama Islam. Setiap hari, ia mengajak anak-anak untuk mengaji, serta membimbing para mualaf, terutama orang tua belajar salat dan membaca Al-Qur’an.
“Kami berterima kasih kepada Dompet Dhuafa dan Prudential Syariah sudah memberikan kami hewan kurban, dan kami sudah bersyukur, mudah-mudahan yang berkurban juga bisa dapat pahala, dan diridai Allah SWT, dan tahun depan bisa bertemu lagi,” ujar Mahyan penuh haru.
Perjalanan untuk mengantarkan kebaikan seringkali harus melewati tantangan dan pengorbanan, tidak selalu berjalan di jalur yang mudah.
Namun, di balik setiap langkah, tersimpan nilai-nilai yang tak ternilai secara materi terlihat dari senyuman tulus para penerima manfaat, ketulusan yang saling menyambut, serta antusiasme hangat dari masyarakat yang menyentuh hati.
Oleh: Anndini Dwi Putri




























