Ilustrasi Waspadai Penyebab Alzheimer yang Jarang Disadari. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

ZNEWS.ID JAKARTA – Dokter spesialis saraf dr Pukovisa Prawiroharjo SpS (K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa penyakit alzheimer bisa disebabkan karena penyakit hingga riwayat terbentur.

“Terdapat beberapa faktor risiko penyakit alzheimer seperti pernah terbentur keras, genetik atau keturunan, hipertensi, diabetes, dan faktor risiko masalah pembuluh darah lainnya,” kata Pukovisa dilansir dari Antara.

Di sisi lain, Guru Besar FK UNIKA Atma Jaya, Prof Dr dr Yuda Turana SpS (K), menjelaskan bahwa penyakit alzheimer juga dapat disebabkan karena kebiasaan buruk saat di usia muda seperti merokok hingga stres.

“Penyebabnya multifaktor. Maksudnya, banyak faktor risikonya. Yang penting dicatat seringkali, kan, dianggap alzheimer itu penyakit orang tua. Selalu berpikir faktor usia itu saat sudah tua. Padahal, dari beberapa studi sudah jelas apa yang kita lakukan di usia muda atau pada fase awal kehidupan itu menjadi faktor risiko saat usia lanjut,” kata dia.

Selain itu, Yuda juga menjelaskan beberapa penyakit vaskuler dapat memicu timbulnya alzheimer. Misalnya seperti hipertensi, diabetes, hingga obesitas.

“Nah, faktornya beberapa penyakit vaskuler. Seperti hipertensi, diabetes, obesitas. Physical inactivity juga maksudnya nggak bergerak gitu, ya. Kemudian, stres, merokok, termasuk hearing loss juga faktor risiko yang besar untuk terjadinya penurunan kognitif. Alkohol dan cedera kepala juga,” jelasnya.

Faktor risiko cedera kepala, kata Yuda, menjadi faktor yang perlu diperhatikan di Indonesia. Pasalnya, masih banyak pengendara motor khususnya roda dua yang tidak memerhatikan pentingnya memakai helm.

“Di Indonesia cedera kepala juga menjadi perhatian meskipun saya belum dapat datanya. Tapi, kita bisa bayangkan. Kasus cedera kepala pasti cukup tinggi karena banyak kendaraan bermotor khususnya roda dua, dan budaya helm di anak-anak muda ini masih sedikit,” papar Yuda.

BACA JUGA  Keluhan Penyakit Asam Lambung Meningkat Selama Pandemi, Ini Saran Dokter

LEAVE A REPLY