Ilustrasi Apa yang Bisa Kita Banggakan? (Foto: Islampos)

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”
(QS Luqman: 18)

ZNEWS.ID JAKARTA – Sejatinya tak ada yang bisa dibanggakan dari diri kita. Membanggakan keelokan rupa kita? Hanya titipan Allah saja. Tak lama akan mengeriput, mengendor, bahkan terkubur tanah serta dipenuhi belatung. Semestinya keelokan rupa bukan untuk dibanggakan, melainkan untuk disyukuri.

Membanggakan kecerdasan kita? Juga sekadar titipan Allah yang kelak akan diminta pertanggungjawabannya. Justru, semakin cerdas diri kita semestinya makin banyak pula manfaat yang kita sebarkan pada umat.

Membanggakan amal saleh kita? Bukankah hanya menghanguskan amalan yang kita perbuat sehingga menjadi laksana debu. Bangga terhadap amalan justru membuat kita memperoleh kemurkaan Allah.

Dari Ibnu Umar radliyallahu anhuma dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang merasa dirinya hebat dan congkak ketika berjalan, maka ia akan menjumpai Allah Azza wa Jalla dalam keadaan murka kepadanya.” (HR Bukhari)

Bahkan, seseorang yang banyak beramal dengan mempelajari Al-Qur’an sekalipun, jika lantas ia membanggakan dirinya dan bangga atas pemahamannya terhadap Qur’an, merasa tak ada yang lebih baik dari dirinya, sangat mungkin rasa ujubnya tersebut justru menjadikannya sebagai bahan bakar neraka.

Dari Abdullah bin Abbas radliyallahu anhumadari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“… Dan benar-benar akan datang suatu masa atas manusia, yang pada masa tersebut mereka akan mempelajari Al-Qur’an, mereka mempelajari dan membacanya, kemudian mereka akan berkata, ‘Sungguh-sungguh kami telah membaca dan mengetahui, maka siapakah orang yang lebih baik dari kami? Maka apakah pada mereka itu ada kebaikan?’ Mereka bertanya, ‘Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?’

Beliau menjawab, ‘Mereka itu adalah termasuk kalian dan mereka itu adalah bahan bakarnya neraka.” (HR ath-Thabraniy di dalam al-Kabiir. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: sanad hadis ini hasan insyaallah ta’ala, lihat Sahih at-Targhib wa at-Tarhib: 133)

BACA JUGA  Larangan Merendahkan Orang Lain

LEAVE A REPLY