Ilustrasi Waspadai Penyebab Alzheimer yang Jarang Disadari. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

Di samping itu, faktor psikis seseorang juga dapat memicu timbulnya alzheimer. Misalnya, stres, depresi, bahkan orang yang sering berpikir negatif. Gangguan tidur juga bisa menjadi faktor penyakit alzheimer.

Masalah kesehatan mental seperti merasa sendiri dan tidak dihargai juga bisa meningkatkan risiko alzheimer, sama halnya seperti dengan pikiran negatif yang kerap memengaruhi kehidupan sehari-hari.

“Misalnya, anak nilainya bagus mikirnya pasti nyontek, dapat uang mikirnya hasil korupsi. Intinya repetitive negative thinking terhadap diri sendiri dan orang lain itu memengaruhi,” ujarnya.

Pencegahan Alzheimer

Yuda mengimbau masyarakat untuk mencegah timbulnya alzheimer. Misalnya dengan meningkatkan aktivitas sosial seperti olahraga bersama, pengajian, dan lain sebagainya.

“Itu tadi faktor risiko. Nah, ada faktor protektif. Faktor protektif itu orang yang banyak aktivitas sosial, biasanya orang tua, kan, pengajian, arisan, olahraga bareng, aktivitas mental, fisik, spiritual gitu. Jadi, perbanyak faktor protektif, hindari faktor risiko,” katanya.

Yuda juga berpesan kepada masyarakat agar melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, minimal setahun sekali untuk mencegah alzheimer.

“Pentingnya check up karena jangan sampai istilahnya mobil mogok di tol, diderek. Meski masih berfungsi, ya, cek rutin sesuai dengan imbauan pabriknya,” ujar Yuda.

LEAVE A REPLY