Ilustrasi puasa. (Foto: Freepik)

Puasa Tarwiyah Sebelum Idul Adha

Puasa tarwiyah merupakan puasa yang disunnahkan sebelum Idul Adha, tepatnya pada 8 Zulhijah. Kesunahah puasa ini terangkum dalam hadis yang mengatakan bahwa sepersepuluh Zulhijah adalah hari-hari yang istimewa. Ibnu Abbas RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام يعني أيام العشر قالوا: يا رسول الله! ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك شيء

Artinya: “Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama Zulhijah. Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah! Walaupun jihad di jalan Allah?’ Sabda Rasulullah, ‘Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya (menjadi syahid)’.” (HR Bukhari)

Berdasarkan anjuran tersebut, sudah selayaknya kita turut mengamalkan puasa ini. Adapun niat puasa tarwiyah sebagai berikut:

نويت صوم التروية سنة لله تعالى

“Nawaitu shauma al tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.”

Artinya: “Saya niat berpuasa sunnah tarwiyah karena Allah ta’ala.”

Dalam hadis lain, disebutkan keutamaan puasa tarwiyah bahwa mampu menghapuskan dosa satu tahun. Namun, ternyata dikatakan bahwa hadis tersebut merupakan hadis daif (kurang kuat riwayatnya/lemah). Para ulama menyikapi ini bahwa tetap boleh mengamalkan puasa tarwiyah dengan hadis yang lain tadi. Sedangkan menyikapi hadis daif, selama tidak berkaitan dengan akidah dan hukum, boleh melakukan sebagai fadhail amal.

Puasa Arafah Sebelum Idul Adha

Puasa arafah merupakan puasa sunnah yang dilakukan pada hari arafah, tepatnya pada 9 Zulhijah. Puasa yang paling dianjurkan saat Zulhijah adalah puasa arafah. Apalagi bagi orang yang tidak sedang melakukan ibadah haji.

Dalam kitab Sahih Muslim keutamaan puasa arafah diriwayatkan oleh Abu Qatadah dari Rasulullah SAW.

صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية

Artinya: “Puasa di hari arafah dapat menghapusakan dosa dua tahun yang telah lewat dan akan datang, dan puasa asyura (10 Muharam) mampu menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)

LEAVE A REPLY