
Keistimewaan ini menjadikan tujuh hari sebagai hari yang dianjurkan untuk puasa. Selain itu, secara historis hari-hari menjelang Idul Adha merupakan hari yang memang istimewa.
Ibnu Abbas mencatat bahwa rentangan sepuluh hari awal Idul Adha terjadi berbagai peristiwa besar yang berkaitan dengan perubahan kehidupan manusia berikutnya.
Hari pertama Zulhijah merupakan hari dimaafkannya Nabi Adam oleh Allah SWT setelah melakukan kesalahan dengan makan buah khuldi.
Hari kedua Zulhijah merupakan hari diselamatkannya Nabi Yunus AS oleh ikan Nun setelah beberapa hari bearada di dalam perut ikan sembari terus bertasbih dan beribadah kepada Allah SWT.
Hari ketiga merupakan hari dikabulkannya doa Nabi Zakariya AS yang man dikaruniai anak bernama Yahya. Hari keempat merupakan hari lahirnya Nabi Isa AS. Hari kelima Zulhijah ialah hari kelahiran Nabi Musa AS.
Hari keenam Zulhijah merupakan hari-hari kemenangan para Nabi dalam berjuang, menegakkan ajaran tauhid. Sedangkan hari ketujuh yaitu hari ditutupnya pintu neraka Jahanam.
Niat Puasa Zulhijah Tanggal 1-7
Niat puasa menjelang Idul Adha merupakan syarat sah yang utama. Jangan sampai, ketika kita melakukan puasa sunnah tanggal satu sampai tujuh namun tidak niat terlebih dahulu. Adapun niatnya sebagai berikut;
نويت صوم شهر ذى الحجة سنة لله تعالى
“Nawaitu shauma syahri dzil hijjati sunnatan lillahi ta’ala.”
Artinya: “Saya niat puasa sunah bulan Zulhijah karena Allah Ta’ala.”




























