Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Itu semua adalah entitas penting yang tidak hanya telah menjadi infrastruktur sosial (the unshakable social infrastructure) dan turut mengonstruk Islam Indonesia yang damai, toleran, inklusif dan demokratis, tapi juga telah berperan sentral dan instrumental sebagai agen perwakilan (representative agent) dalam menjelaskan Islam di Indonesia melalui lembaga pendidikan, lembaga dakwah, dan lembaga pemberdayaan masyarakat yang mereka bina.

Demikian pula, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) berbasis kabupaten kota, bahkan kecamatan, yang terus bekerja mengelola keragaman dan merawat kerukunan antar umat beragama. Bersama pemerintah dan ormas lainnya, mereka juga berperan dalam merawat keutuhan NKRI. FKUB selalu tampil terdepan Ketika muncul masalah antar umat beragama.

Peran sentral MUI tak kalah pentingnya, tidak hanya membimbing dan menjaga keimanan umat, tetapi tidak jarang menjadi rujukan dan sumber otoritas, walau bukan satu-satunya rujukan, ketika muncul paham keagamaan yang berbeda dari pemahaman mainstream atau oleh sebagian “dianggap melenceng atau sesat”.

Kasus Ahmadiyah, Syiah, Salamullah, NII, al Qiyadah al Islamiyah, Mahesa Kurung, Haqiqiyah, al Haq, Bab Kesucian, Inkar Sunnah, Hakekok, al Mahdiyah, dan lainnya, adalah di antara paham keagamaan yang muncul dalam kehidupan beragama di Indonesia.

Pemerintah bersama MUI dan ormas Islam lainnya telah mengambil langkah bersama mengelola dinamika keagamaan ini. Sehingga, potensi konflik dan keresahan yang dapat ditimbulkan berhasil diredam, walau belum dapat diklaim tuntas.

Inilah salah satu contoh sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dan ormas Islam dalam menyelesaikan masalah sosial keagamaan yang muncul. Inilah distingsi landskap Islam Indonesia yang tak mudah ditemukan di negara muslim yang lain.

Konvergensi, dialektika, serta sinergi agama, negara, dan civil society dalam pergumulan Indonesia modern telah terbukti sangat produktif dan powerful menjaga dan merawat konstitusi, UUD 1945, Pancasila, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, yang merupakan kesepakatan para pendiri bangsa.

LEAVE A REPLY