Ilustrasi Waspada Ranjau Digital di Dunia Maya. (Foto: freepik.com)

ZNEWS.ID JAKARTA – Saat ini, dalam dunia online, kita masih dihadapkan pada berbagai masalah digital yang mengganggu masyarakat, seperti aktivitas phising, scam, hingga ancaman malware.

Phising adalah usaha untuk memperoleh data pribadi seseorang dengan cara menyamar. Sasarannya meliputi informasi pribadi seperti nama, usia, alamat, nomor KTP, data akun seperti username dan password, serta data keuangan seperti informasi kartu kredit dan akun mobile banking.

Scam merupakan bentuk penipuan melalui berbagai saluran seperti telepon, email, dan pesan, dengan tujuan utama mengambil uang dari korban-korban mereka. Beberapa contoh scam meliputi peretasan akun, kepura-puraan, penjual palsu, penawaran pekerjaan palsu, dan penipuan yang melibatkan hubungan percintaan oleh penipu atau pelaku penipuan.

Sementara itu, malware (Perangkat Lunak Berbahaya) adalah perangkat lunak yang dirancang untuk mengendalikan perangkat secara diam-diam, yang dapat mencuri informasi pribadi atau uang dari pemilik perangkat. Beberapa jenis malware termasuk virus, worm, trojan horse, ransomware, dan spyware.

Baru-baru ini, seorang tokoh senior media, Asro Kamal Rokan, mengumumkan bahwa fotonya telah disalahgunakan oleh nomor WhatsApp yang tidak dikenal melalui salah satu grup WhatsApp dan akun Instagram pribadinya.

“Penipuan…Bila ada yang menggunakan telepon dan nomor ini, jangan dilayani. Ini penipuan,” tulisnya, yang ditampilkan juga foto dirinya dengan nomer WhatsApp orang lain. Sebelumnya mungkin sudah ratusan korban mengalami hal serupa.

Yang bersangkutan telah menjadi korban penipuan impersonasi, dengan cara meniru orang atau lembaga tertentu. Dalam skenario ini, kerugian terjadi karena korban percaya dan kemungkinan mengirimkan uang kepada pelaku.

Salah satu modus lain dalam impersonasi adalah penipuan melalui pengiriman file APK melalui messenger seperti WhatsApp dan Telegram, baik dalam bentuk undangan, paket, surat tilang, dan lain sebagainya.

Terkadang, seringkali para peretas mengambil kendali grup WhatsApp, menghapus administrator, dan membuat diri mereka sendiri sebagai satu-satunya administrator. Beberapa grup telah dibubarkan karena dikuasai oleh peretas.

LEAVE A REPLY