
ZNEWS.ID JAKARTA – Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Persatuan Dokter Gizi Klinik Indonesia, dr Diana F Suganda MKes SpGK, mengatakan bahwa sarapan idealnya dilakukan setengah jam hingga satu jam sebelum Anda beraktivitas.
“Sarapan sebelum aktivitas. Tujuan sarapan memberikan energi saat beraktivitas. Setengah jam atau sejam sebelum (beraktivitas) masih oke,” kata dia dalam acara daring, dikutip dari Antara (19/2/2022).
Menurut Diana, sarapan dapat menjadi semacam bahan baku atau energi pertama untuk seseorang beraktivitas. Pada anak-anak, khususnya sarapan bisa membantu mereka berkonsentrasi saat belajar.
“Satu-satunya energi untuk otak yang paling mudah (didapatkan) yakni glukosa salah satunya dari karbohidrat. Butuh (juga) protein agar anak konsentrasi, (bisa melakukan) aktivitas harian,” tutur dia.
Di Indonesia, data memperlihatkan sarapan belum menjadi kebiasaan khususnya di kalangan anak-anak. Riset yang dilakukan Pergizi Pangan Indonesia pada 2013 menunjukkan bahwa hampir 60 persen anak Indonesia belum memiliki kebiasaan sarapan dengan alasan beragam mulai dari tidak sempat hingga tidak terbiasa sarapan.
“Biasanya pagi-pagi urusan emak-emak susah bangunin anak apalagi saat masih sekolah tatap muka. Drama pagi hari panjang sehingga enggak sempat sarapan. Sempat sarapan tapi enggak habis karena terburu-buru harus berangkat. Atau, sulit karena enggak biasa sarapan,” kata Diana.
Sementara itu, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, sebanyak 44,6 persen anak Indonesia mengkonsumsi sarapan dengan asupan gizi kurang dari 15 persen total kebutuhan energi. Bahkan, sekitar 26,1 persen anak hanya minum teh, air putih atau susu untuk sarapan.




























