Chef Amanda dan Benu Buloe mengikuti Perjalanan THK Dompet Dhuafa, melihat persiapan DD Farm Situbondo mendistribusikan hewan kurban. (Foto: Dompet Dhuafa)

Menjelang Magrib, suasana Desa Awar-Awar begitu syahdu. Masyarakat berbondong-bondong menyiapkan slametan (selamatan/kenduri).

Warga harus menyiapkan hidangan khusus, yakni Kelah Celok, Ajem Palekang, dan Tajin Merah. Chef Amanda dan Benu Buloe turut membantu warga memasak hidangan tradisional Situbondo tersebut.

Dari tahun ke tahun, warga menggelar slametan yang dilaksanakan sehari sebelum Iduladha. Dipimpin oleh tokoh agama di sana, para warga merapal doa serta harapan agar penyembelihan esok hari berjalan lancar dan berkah.

“Slametan ini merupakan simbol harapan untuk kelancaran penyembelihan keesokan harinya. Sebelum menyantap hidangan, kami berdoa bersama dipimpin oleh ustaz,” tutur Irma, salah satu warga Desa Awar-Awar.

Chef Amanda dan Benu Buloe mengikuti Perjalanan THK Dompet Dhuafa, melihat persiapan DD Farm Situbondo mendistribusikan hewan kurban. (Foto: Dompet Dhuafa)

“Allahu akbar allahu akbar allahu akbar. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allahu akbar wa lillaahilhamd.”

Gema takbir berkumandang. Hari yang ditunggu telah tiba. Seluruh umat Islam di dunia berkaca pada kisah Ibrahim AS, seorang ayah yang menaati perintah Tuhannya untuk menyembelih anaknya sendiri.

Pengorbanan dan keikhlasan Nabi Ibrahim membuktikan keteguhan imannya. Mukjizat datang kepadanya. Ismail—anaknya yang akan ia sembelih, diganti menjadi seekor domba.

Pada Senin (17/6/2024), Tim Dompet Dhuafa, Chef Amanda, dan para warga setempat menunaikan salat Iduladha dengan khidmat. Setelah itu, Tim Dompet Dhuafa, Chef Amanda, dan Benu Beloe akan ikut mendistribusikan daging kurban ke salah satu daerah 3T, yakni Dusun Merak, Kecamatan Banyuputih, Situbondo.

LEAVE A REPLY