Dompet Dhuafa mengadakan Program Tebar Hewan Kurban (THK) di Zona Madina, Parung, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/6/2024). (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID BOGOR – Potensi distribusi kurban di Indonesia sangat tidak merata, mencerminkan kesenjangan pendapatan yang signifikan. Untuk memastikan kurban dapat mencapai kelompok termiskin, diperlukan reformasi dalam pengelolaannya.

IIni penting untuk memastikan manfaat kurban dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, menjadikan Iduladha simbol solidaritas dan keadilan sosial.

Pada Iduladha 1445 Hijriah, Senin (17/6/2024), Dompet Dhuafa mengadakan Program Tebar Hewan Kurban (THK) di Zona Madina, Parung, Bogor, Jawa Barat. Acara ini mempererat hubungan antara donatur, pemangku kepentingan, dan penerima manfaat.

Hadir dalam acara tersebut Armie Robie, Direktur Zona Madina Dompet Dhuafa; Ahmad Juwaini, Ketua Dewan Pengurus Dompet Dhuafa; dan Parni Hadi, Inisiator dan Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa.

“Tebar Hewan Kurban 1445 H di Zona Madina tahun ini mendapatkan amanah 59 ekor domba/kambing dan 1 ekor sapi dari mitra kolaborasi. Hewan kurban tersebut dibagikan kepada penerima manfaat di dalam dan di luar Zona Madina, termasuk fakir miskin, duafa, yatim, ibu lansia, janda, penggali makam, petugas kebersihan, pemulung, mitra UMKM, pengelola musala, majelis taklim, pesantren, dan warga sekitar. Sebanyak 995 orang menerima daging segar dan 100 paket nasi box menu Iduladha,” ujar Armie.

Menurut studi dari Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS), potensi ekonomi kurban di Indonesia diproyeksikan mencapai Rp28,2 triliun pada 2024, meningkat 15,1% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp24,5 triliun.

“Sejak 1994, Dompet Dhuafa telah menyebarkan kebaikan kurban ke seluruh Indonesia dan dunia. Program THK menjadi solusi defisit protein hewani di daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T). Program ini melibatkan peternak lokal dalam distribusi. Dompet Dhuafa menjalankan prinsip Kurban 3 Pasti: Pasti Jantan, Pasti Lolos Quality Control, dan Pasti Distribusi Hingga Pelosok Negeri. Program ini memberikan tiga manfaat utama: bagi pekurban, masyarakat yang belum pernah merasakan daging, dan peternak lokal yang dapat meningkatkan perekonomian mereka,” jelas Ahmad Juwaini.

BACA JUGA  Hadir di IHEX 2022, RSAW Tampil sebagai RS Mata Wakaf Pertama Sertifikasi RS Syariah

LEAVE A REPLY