Ilustrasi: Suasana Candi Sulung yang merupakan bagian dari Candi Muara Takus di Provinsi Riau, Kamis (10/9/2020). (Foto: ANTARA/FB Anggoro)

Dia tak pernah surut. Kalaupun ada pasang naik dari muara, sifat menaik muka air itu tak lebih dari bentuk dialog dengan sumber mata air perdana. Dia tak bisa menambah muatan dan tak pula mampu mengurangi volume mata air perdana itu.

Dalam kajian sejarah agama-agama, selalu disebutkan bahwa; “Agama baru selalu dimulai dengan menyesuaikan dirinya dengan yang sudah ada sebelumnya dan ia selalu mengadopsi apa yang bisa dari sistem lama” (Allan Menzies).

Energi spiritual kita hari ini, terkayakan oleh kehadiran sejumlah monumen spiritual masa lalu. Walau mungkin dia berseberangan dengan akidah kita hari ini. Tapi, berbahagialah mereka yang hidup di ruang yang sama dengan tapak tumbuhnya bangunan bernama Muara Takus, Candi Muara Jambi, Borobudur, Unur Batu Jaya Karawang, Gunung Padang, Sintong, dan Padang Lawas.

Sejumlah kehadiran era setelah itu mungkin bisa diurutkan pula di tanah Barus. Semua keterhubungan monumen spiritual masa lalu, ikut menambah asupan gizi spiritualitas hari ini.

Asupan lebih kuat lagi, ketika ditemukan penjumlahan ikon dan monumen yang sejalan dengan akidah dan kepercayaan kita hari ini (masjid untuk Islam dan sejumlah rumah ibadah tua dan purba bagi penghayat agama lain).

Perjalanan peradaban, tetap setia terhubung dengan masa lalunya, termasuk agama yang tumbuh di atas tapak (situs). Ihwal ini tak bisa dipangkas menurut kegersangan hukum fikih semata.

Malah dia menjadi rautan dan jalinan yang mempertaut keharmonian semesta. Kita hidup di atas Bumi yang satu dengan sekepal cinta untuk menyatu dengan Tuhan Mahatinggi.

Kehadiran kita yang beragam di atas tapak yang satu bukan untuk saling menceroboh. Teringat ujaran pendek Pastor Newmann; “Duhaii,… betapa saling membecinya di antara sesama kita, demi mendapatkan cinta Tuhan”.

Satu lagi ucapan liar tentang kebesaran Tuhan: “Saking besar dan tingginya Tuhan, diperlukan agama yang banyak untuk menjelaskan kebesaran dan ketinggian Mu”.

Sumber: Antara

LEAVE A REPLY