
“Milenial merupakan generasi yang paling sedikit mengatakan ‘Saya tidak akan berbagi tentang hal itu’,” kata Nayyar.
Respons generasi Z bertolak belakang dengan milenial dalam hal berbagi kebahagiaan, mereka cenderung lebih menjaga privasi mereka.
Ketika menggunakan media sosial, generasi Z memilih bagaimana mereka berbagi dan di platform mana mereka akan membagikan kebahagiaan itu, termasuk melalui video temporer.
Generasi Z, menurut survei tersebut, lebih menyukai berbagi hal-hal privat melalui pesan pribadi dibandingkan langsung mengunggah di media sosial.
“Gen Z secara implisit memahami bahwa hanya karena mereka dapat berbagi informasi dengan seluruh dunia, bukan berarti mereka harus membagikan semuanya,” kata Nayyar.
Cara bersosialisasi generasi Z di media sosial pun berbeda dengan milenial. Jika milenial suka memiliki jaringan yang luas dan berteman dengan siapa saja di media sosial, generasi Z memiliki lingkaran pertemanan yang lebih kecil.
Studi lainnya, “Into Z Future” dari Snap Inc dan JWT Intteligence, menunjukkan bahwa generasi Z mengedepankan soal orisinalitas dibandingkan kesempurnaan.
Editor: Agus Wahyudi
Sumber: Antara





























