Ilustrasi penyintas Corona. (Foto: SHUTTERSTOCK/namtipStudio)

ZNEWS.ID JAKARTA – Banyak istilah muncul dalam perkembangan pandemi Corona yang hingga saat ini belum berakhir, salah satunya long covid. Yakni, suatu fenomena yang memang sudah terjadi selama pandemi Corona dalam kurun waktu hampir setahun ini.

Istilah long covid lebih mengarah kepada fenomena gejala-gejala yang dialami pasien pascainfeksi Covid-19 (penyintas).

Dokter spesialis paru, Sylvia Sagita Siahaan, mengatakan bahwa long covid bukanlah Covid-19 yang masih terjadi, melainkan keluhan pascapasien sembuh.

“Mereka (dengan long covid) terus ada keluhan dan ternyata paling banyak dirasakan dari paru seperti sesak, batuk. Di organ lain, termasuk jantung, berhubungan dengan sel saraf, gangguan penciuman, kelainan otak seperti sering linglung, lupa dan cenderung seperti depresi,” kata Sylvia, dikutip dari Antara, Minggu (14/2/2021).

Keluhan ini umumnya dialami mereka yang terkena Covid-19 gejala sedang dan berat atau kritis. Durasi keluhan bisa berbulan-bulan meskipun hasil pemeriksaan klinis menunjukkan kondisi pasien sudah normal.

“Ada pasien saya positif (Covid-19) dari ICU, masih muda. Sudah selesai terkena Covid-19 dia merasa takut bersepeda, apalagi kalau sendirian. Takut tidak bisa pada trek menanjak, cemas tiba-tiba sesak. Padahal, secara pemeriksaan tidak apa-apa,” tutur Sylvia.

Kriteria seseorang dinyatakan sembuh dari Covid-19 saat hasil tes PCR menunjukkan dua kali negatif dalam jangka waktu lebih dari 24 jam. Jadi, apabila dua hasil tes PCR sudah menyatakan negatif barulah dia disebut sembuh, terutama apabila disertai perbaikan dari hasil pemeriksaan klinis seperti rontgen ataupun laboratorium.

LEAVE A REPLY