Penyerahan donasi dari pelanggan Tempo secara simbolis dilakukan di Gedung Filantropi Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Rabu (31/7/2024). (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID JAKARTA – Organisasi Pendidikan, Sains, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) menyebut bahwa Indonesia berada di urutan kedua dari bawah terkait literasi. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia memprihatinkan, yakni hanya 0,001 persen. Artinya, dari 1.000 orang Indonesia, hanya ada 1 orang yang rajin membaca.

Sementara itu, riset dari Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2018 menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat ke-71 dari 77 negara, atau 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah.

Melihat fenomena tersebut Dompet Dhuafa mencoba meningkatkan dampak sosial dan kesejahteraan masyarakat. Upaya tersebut tentunya memerlukan sinergi dan komitmen dari berbagai pihak.

Hal ini melibatkan pengembangan program-program yang tepat sasaran, kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Sehingga, dapat mengurangi kesenjangan sosial dan mendorong terciptanya kehidupan yang lebih baik bagi semua lapisan masyarakat.

Salah satu caranya, Dompet Dhuafa menjalin kerja sama strategis, termasuk kolaborasi dengan PT Info Media Digital (Tempo). Salah satu wujud nyata kolaborasi ini adalah Program Tempo Berbagi Ramadan 1445 H yang telah berlangsung pada Ramadan 1445 H dengan periode kampanye pada 27 Maret hingga 31 Mei 2024.

Skema kerja sama tersebut melibatkan masyarakat atau pelanggan baru Tempo, melalui paket Tempo Premium selama 12 bulan hanya Rp200.000. Dari skema tersebut, terhimpun donasi dalam bentuk infak.

Pemotongan pembayaran pelanggan dari setiap transaksi pada layanan Tempo Digital adalah Program Langganan Tempo Berbagi sebesar 25 persen. Hingga 30 Juli 2024, telah terkumpul dana sebesar Rp12.882.883.

LEAVE A REPLY