Tri Hartati, Kepala Gerai Sehat LKC Dompet Dhuafa Sumatra Selatan. (Foto: DD Sumsel)

Sebelum masuk dan segera setelah keluar dari fasilitas umum termasuk kantor, pasar, sebelum dan sesudah mengunjungi teman, kerabat di rumah sakit atau panti jompo, dan lain-lain.

Bagaimana Cara Mencuci Tangan yang Benar?

Ada enam langkah mencuci tangan yang direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia selama 60 detik untuk mencegah penularan penyakit:

  • Ratakan sabun dengan kedua telapak tangan.
  • Gosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya.
  • Gosok sela-sela jari.
  • Punggung jari tangan kanan digosokkan pada telapak tangan kiri dengan jari sisi dalam kedua tangan saling mengunci.
  • Ibu jari tangan kiri digosok berputar dalam genggaman tangan kanan dan sebaliknya.
  • Gosok berputar ujung jari tangan kanan di telapak tangan kiri dan sebaliknya.

Sabun merupakan teknologi utama untuk mencuci tangan. Sabun harus tersedia dengan biaya yang terjangkau agar memungkinkan tiap rumah tangga untuk memilikinya. Meskipun menggunakan sabun adalah cara paling efektif untuk membersihkan tangan, seringkali tidak semua rumah tangga bisa memilikinya.

Keluarga yang tergolong berpenghasilan rendah cenderung mengalokasikan uang yang dimiliki untuk membeli kebutuhan pokok lain. Sekalipun telah membeli sabun untuk mencuci pakaian, kerap kali sabun itu tidak digunakan untuk mencuci tangan. Kebiasaan CTPS akan sulit dipertahankan bila air tidak tersedia.

Untuk itu, ketesediaan air bersih menjadi mutlak diperlukan dalam praktik cuci tangan. Walaupun demikian, air yang dialirkan melalui pipa bukan suatu keharusan.

Air bersih yang dituangkan dari timba atau wadah lainnya sudah cukup. Kebiasaan mencuci tangan sangat penting untuk dipraktikkan secara terus menerus agar memberikan dampak yang efektif khususnya dalam pencegahan penyakit.

LEAVE A REPLY