Ilustrasi operasi. (Foto: science alert)

ZNEWS.ID JAKARTA – Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif yang juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr dr Warsinggih SpB-KBD, mengingatkan untuk waspada terhadap Infeksi Daerah Operasi (IDO) yang mungkin terjadi pascaoperasi.

Dia mengatakan bahwa IDO adalah infeksi yang terjadi di daerah operasi dalam kurun waktu 30 hari pascabedah. Bahkan 1 tahun pascabedah jika tindakan bedah menggunakan implan.

“Infeksi itu terjadi di daerah yang sudah dioperasi. Padahal, operasi yang dilakukan bukan karena penyakit akibat infeksi. Misalnya kecelakaan, kan awalnya daerah yang bersih,” kata dokter Warsinggih dalam virtual media gathering, dilansir dari Antara, Sabtu (30/10/2021).

Pada umumnya, menurut dokter Warsinggih, IDO ditandai oleh beberapa kondisi seperti kemerahan dan bengkak di sekitar luka jahitan, keluar nanah atau darah dan tidak jarang disertai rasa sakit yang luar biasa.

“Kemudian rasa hangat di daerah luka operasi dan membengkak. Biasanya kadang sampai mengalami demam,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa IDO diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yakni superfisial, deep, dan organ atau rongga. Superfisial merupakan jenis IDO yang terbatas di lapisan kulit dan jaringan subkutis. Deep, jika infeksi mengenai lapisan yang lebih dalam hingga otot, sedangkan organ atau rongga jika infeksi telah mencapai organ atau berbentuk rongga.

Dokter spesialis bedah saraf konsultan sekaligus ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia (IKABI), dr Andi Asadul Islam SpBS(K), menambahkan bahwa jika IDO sudah melebar atau mendalam terutama jika pasien menggunakan implan, kondisinya akan semakin membahayakan.

LEAVE A REPLY