
ZNEWS.ID JAKARTA – Direktur Kesehatan Lingkungan Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Ditjen Kesmas Kemenkes), drg R Vensya Sitohang, mengatakan bahwa masyarakat harus senantiasa diingatkan untuk cuci tangan pakai sabun (CPTS), terutama di masa pandemi, agar pada akhirnya berubah jadi kebiasaan.
Selain menjadi upaya menekan angka penularan Corona, rutin mencuci tangan pakai sabun sejak sebelum pandemi juga membantu mengurangi penyakit-penyakit seperti diare, penyakit kulit, hepatitis A hingga infeksi saluran pernapasan akut.
“Penyakit-penyakit itu angkanya banyak dan ada terus. Ini yang harus jadi dasar mengapa CPTS harus terus berkelanjutan,” kata Vensya, dikutip dari Antara, Jumat (2/4/2021).
Dia menuturkan, betapa krusialnya CTPS untuk membunuh kuman dalam hal memutus rantai penyebaran suatu penyakit. Tangan yang kotor bila dipakai untuk menyentuh mata, hidung, atau mulut bisa memasukkan penyakit ke dalam tubuh.
Sebelum pandemi, tangan yang kotor juga bisa menularkan orang lain penyakit ketika dipakai untuk bersalaman saat bertemu. Menurutnya, pembiasaan cuci tangan pakai sabun harus digiatkan di semua lini sejak anak-anak usia dini hingga orang dewasa.
Panduan Pemicuan CTPS
Pandemi Corona telah mendorong perilaku cuci tangan pakai sabun yang baik sebagai hal terpenting dalam pencegahan penyebaran virus. Namun, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kepatuhan masyarakat terhadap pedoman cuci tangan hanya 75,38 persen dari total 90.967 responden.
Angka ini menunjukkan bahwa belum seluruh masyarakat menerapkan praktik cuci tangan pakai sabun terutama di tengah pandemi Corona. Untuk itu, berbagai stakeholder pemerintah maupun swasta meluncurkan “Panduan Pemicuan Perubahan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun di Sekolah/Madrasah dan Masyarakat”.





























