
Menurut James (2008), mencuci tangan merupakan teknik dasar yang paling penting dalam pencegahan dan pengontrolan infeksi. Menurut Susiati (2008), tujuan dilakukan cuci tangan yaitu untuk:
- Menghilangkan mikroorganisme yang ada di tangan.
- Mencegah infeksi silang (cross infection).
- Menjaga kondisi steril.
- Melindungi diri dan pasien dari infeksi.
- Memberikan perasaan segar dan bersih.
Tangan kita sering bersentuhan langsung dengan kotoran manusia dan binatang, ataupun cairan tubuh lain seperti ingus, dan makanan atau minuman yang terkontaminasi saat tidak dicuci dengan sabun dapat memindahkan bakteri, virus, dan parasit pada orang lain yang tidak sadar bahwa dirinya sedang ditularkan. Tangan tersebut selanjutnya menjadi perantara dalam penularan penyakit.
Mencuci tangan dengan air saja lebih umum dilakukan, tetapi hal ini terbukti tidak efektif dalam menjaga kesehatan dibandingkan dengan CTPS.
Menggunakan sabun dalam mencuci tangan sebenarnya menyebabkan orang harus mengalokasikan waktunya lebih banyak saat mencuci tangan. Tetapi, penggunaan sabun menjadi efektif karena lemak dan kotoran yang menempel akan terlepas saat tangan digosok dan bergesek dalam upaya melepasnya. Di dalam lemak dan kotoran yang menempel inilah kuman penyakit hidup.
Mencuci tangan pakai sabun dan air bersih akan memberi manfaat yang berbeda dari cairan pembersih tangan berbasis alkohol. Sabun dan air bersih dapat menghilangkan semua jenis kuman dari tangan, sedangkan cairan pembersih tangan berbasis alkohol hanya bisa mengurangi jumlah kuman tertentu di kulit.
Selain itu, cairan pembersih tangan hanya dapat digunakan bila tangan kita tidak kotor dan berminyak. Cairan pembersih tangan berbasis alkohol juga tidak bisa menghilangkan jenis kuman Norovirus, Cryptosporidium, dan Clostridioides difficile, serta bahan kimia berbahaya seperti pestisida, dan logam berat.
Kapan Waktu Kita Mencuci Tangan?
Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih dilakukan sebelum makan, sesudah buang air besar dan menggunakan toilet, sebelum memegang bayi. Sesudah mengganti popok, menceboki atau membersihkan anak yang telah menggunakan toilet, sebelum atau selama dan setelah menyiapkan makanan.
Membersihkan tangan menggunakan cairan pembersih tangan berbasis alkohol (hand sanitizer) dilakukan sebelum dan setelah menyentuh permukaan benda, termasuk gagang pintu, meja, dan lain-lain.





























