
Coraknya merupakan hasil akulturasi budaya Islam, Hindu, dan Buddha yang merupakan wujud toleransi dan kerukunan antar umat beragama.
Sunan Kudus adalah sosok yang membumi, jujur, dan tidak suka orang yang suka pamer tentang pangkat dan kekuasaan. Konon, ada mitos kalau Sunan Kudus memasang Rajah Kalacakra di pintu masuk masjid.
Menurut warga setempat, rajah tersebut dapat melemahkan kekuasaan seseorang. Jadi, kalau pejabat tidak jujur, maka dia bisa kehilangan kekuasannya. Terlepas dari benar atau tidak, ada pesan mendalam untuk meninggalkan urusan duniawi dan fokus ibadah saat memasuki area masjid.
5. Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang
Pindah ke Semarang, ada Masjid Agung Jawa Tengah yang dibangun di atas tanah wakaf milik Ki Ageng Panandaran II, yaitu Bupati Semarang pertama. Salah satu masjid termegah di Indonesia ini punya enam payung hidrolik raksasa yang merupakan adaptasi dari Masjid Nabawi.
Sesuai namanya, keagungan masjid dapat menampung 15.000 jemaah, belum termasuk area halaman yang diperkirakan dapat diisi 10.000 jemaah.
Masjid Agung Jawa Tengah dikelola menjadi wakaf produktif. Hasilnya, masjid bukan hanya sebagai tempat salat, tetapi juga peradaban ilmu dengan fasilitas mumpuni.
Masjid Agung ini memiliki fasilitas perpustakaan, penginapan, ruang akad nikah, auditorium, museum, hingga kafe dengan pemandangan kota dan pesisir laut di menara Asmaul Husna.



























