
Masjid Agung Al-Falah mampu menampung hingga 10.000 jemaah. Fondasinya mampu menahan goncangan gempa hingga aksen kubahnya yang menarik perhatian wisatawan dan jemaah. Arsitekturnya membuat masyarakat betah berlama-lama untuk melaksanakan ibadah.
2. Masjid Demak
Masjid Demak merupakan wakaf dari Raden Fatah, sultan pertama dari Kerajaan Demak pada abad ke 15 Masehi. Masjid Demak dibangun dengan bantuan wali songo saat mendirikan empat tiang utama, yaitu Sunan Bonang di sebelah barat laut, lalu Sunan Gunung Jati di sebelah barat daya, Sunan Apel di sebelah tenggara, dan Sunan Kalijaga di sebelah timur laut.
Maka dari itu, masjid terkenal ini menjadi salah satu masjid wakaf tertua di Indonesia. Melansir dari situs Pariwisata Demak, masjid agung ini merupakan tempat berkumpulnya wali songo untuk menyebarkan ajaran Islam di pulau Jawa.
Dari sisi arsitektur, Masjid Agung Demak memiliki ciri khas tradisional Indonesia, sementara itu atap masjid berbentuk limas menggambarkan akidah Islam, yaitu iman, Islam, dan ihsan.
Saking terkenalnya, mudah sekali datang ke masjid peninggalan Kerajaan Demak ini di Kampung Kauman, Bintoro, Demak, Jawa Tengah. Meskipun sudah banyak direnovasi, tetapi nuansa tradisional masih terasa kental. Pengunjung dapat melihat ornamen-ornamen unik hingga pola geometris di dinding ruang utama.
Bagian ruang utama memiliki 3 pintu, salah satunya Lawang Bledeg atau dikenal dengan sebutan penangkal petir. Konon, pintu tersebut dipercaya dapat menangkal petir. Pintu aslinya sudah aus, sehingga pintu yang terpasang sekarang merupakan replikasi. Meskipun begitu, pengunjung dapat melihat wujud aslinya di Museum Masjid Agung Demak.
Sekali berkunjung, Demak menjadi kota yang tidak terlupakan. Belum lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke Museum Masjid Agung Demak yang berlokasi tidak jauh dari masjid. Mengutip dari situs resmi Pariwisata Demak, museum tersebut banyak menyimpan situs purbakala sejarah kerajaan Demak dan Masjid Agung Demak.



























