Sumur wakaf di Pesantren Az-Zahra, Kampung Handeeul, Desa Sukamaju, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, adalah bentuk kebaikan para donatur yang direalisasikan Dompet Dhuafa melalui program Wakaf Sumur. (Foto: Dompet Dhuafa)

Kesulitan Akses Air Bersih

Perjuangan Ustazah Zahra dalam berdakwah tidaklah mudah. Desa Cianjur tempat ia tinggal ternyata mengalami kesulitan akses terhadap air bersih. Sebelum adanya sumur wakaf, para santri harus berjalan jauh ke sungai untuk memperoleh air.

Keadaan ini menghambat para santri untuk menimba ilmu karena waktu mereka tersita hanya untuk memenuhi kebutuhan air demi kelangsungan hidup mereka.

Ustazah Zahra menyebutkan bahwa kemungkinan penyebab kesulitan akses air di daerah tersebut adalah adanya galian pasir di dekatnya.

Hal ini menyebabkan air menjadi tersedot dan tidak merata tersimpan di dalam tanah. Oleh karena itu, Pesantren Az-Zahra membutuhkan sumur yang dekat agar para santri dapat belajar dengan lebih baik.

Sumur wakaf ini tidak hanya memberikan manfaat bagi para santri, tetapi juga 150 keluarga di Kampung Handeeul dan siapa saja yang membutuhkan air. (Foto: Dompet Dhuafa)

“Mungkin disebabkan galian pasir di dekat sini. Katanya jika ada galian pasir, air jadi tersedot dan tidak merata tersimpan di tanah. Oleh sebab itu kami membutuhkan sumur yang dekat dengan pesantren,” tutur Ustazah Zahra.

Ustazah Zahra bertutur, sebelum ada sumur wakaf, sumber air terdekat dari pesantren berada di Cibumbulang dan Cipaku. Biasanya, warga sekitar pergi ke sumber air tersebut dengan membawa drum, ember, atau bak.

Bukan hanya orang dewasa, anak-anak juga bergilir ikut membantu pergi ke sumber air. Jarak yang diperlukan untuk sampai ke sana sekitar 1,5 km.

“Dulu, untuk memenuhi kebutuhan air seperti keperluan mencuci pakaian dan mandi, warga mau tak mau harus pergi ke sana,” paparnya.

LEAVE A REPLY