Yudi Latif (Anggota Dewan Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika)

Oleh: Yudi Latif (Anggota Dewan Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika)

ZNEWS.ID JAKARTA – Seperti apa efek Placebo dan Nocebo dalam kehidupan kita? Saudaraku, beberapa hal benar—apakah Anda percaya atau tidak memercainya—air mendidih pada suhu 100 derajat Celcius; narkoba dapat merusak kesehatan; Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya pada 21 Mei 1998.

Selain itu, ada hal lain yang berpotensi menjadi kenyataan (kebenaran), jika kita sungguh-sungguh memercayainya. Rutger Bregman menguraikan hal itu dalam Humankind: A Hopeful History (2020).

Bahwa keyakinan (kepercayaan) kita berpotensi menciptakan apa yang disebut sebagai “nubuat yang memenuhi dirinya sendiri” (self-fulfilling prophecy).

Keyakinan dapat menciptakan hukum daya tariknya (law of attraction) tersendiri yang dapat menggerakkan energi semesta untuk mendukungnya menjadi kenyataan.

Keyakinan positif bisa menggerakkan energi positif dan menjadi kenyataan positif. Itulah yang disebut efek Placebo.

Misalnya, jika dokter Anda memberi Anda pil “semu” dan mengatakan bahwa itu akan menyembuhkan sakit, kemungkinan Anda akan merasa lebih baik.

Atau, katakan pada anak didik bahwa Anda sangat cerdas dan penuh potensi. Kemungkinan anak itu akan lebih percaya diri dan tumbuh sebagai pribadi bertalenta.

BACA JUGA  75.572 Visa Jemaah Haji Reguler Sudah Terbit

LEAVE A REPLY