Sumur wakaf di Pesantren Az-Zahra, Kampung Handeeul, Desa Sukamaju, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, adalah bentuk kebaikan para donatur yang direalisasikan Dompet Dhuafa melalui program Wakaf Sumur. (Foto: Dompet Dhuafa)

Masa Paceklik yag Mencekik

Pada 2012, Kampung Handeeul mengalami masa paceklik yang menyebabkan warga membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Harga air yang semula Rp5 ribu per galon, naik tiga kali lipat menjadi Rp15 ribu per galon.

Setiap keluarga membutuhkan sekitar 50 galon air per hari, sehingga warga memerlukan biaya sekitar 750 ribu rupiah per hari.

“Rata-rata per keluarga memerlukan 50 galon untuk memenuhi kebutuhan setiap hari. Jadi, biasanya kami menghabiskan sekitar 750 ribu sehari,” ungkapnya haru sambil mengingat masa paceklik tersebut.

Ustazah Zahra dan Ustaz Budiman berdoa dan berusaha untuk mengatasi masalah ini. Melalui Dompet Dhuafa, sumur wakaf berhasil dibangun di Kampung Handeeul meskipun penuh dengan tantangan dan memerlukan tiga kali pengeboran baru ditemukan air di kedalaman 45 meter.

Oase di Tengah Kekeringan

Sebelum adanya sumur wakaf, sumber air terdekat dari pesantren berada di Cibumbulang dan Cipaku. Warga pun berbondong-bondong membawa drum, ember, atau bak untuk memperoleh air dari sana. Bukan hanya orang dewasa, anak-anak juga bergilir pergi ke sumber air dengan jarak tempuh 1,5 Km.

“Dulu, untuk memenuhi kebutuhan air seperti keperluan mencuci pakaian dan mandi, warga mau tak mau harus pergi ke sana,” tuturnya.

Sumur wakaf tersebut kemudian diresmikan pada 10 Maret 2023 dan dihadiri oleh para donatur, Manager Wakaf Dompet Dhuafa, Sulistiqomah, dan Tim Dompet Dhuafa Jawa Barat.

Antusiasme para santri begitu kentara dengan berpakaian rapi dan seragam saat menghadiri peresmian tersebut. Keberadaan sumur wakaf di Pesantren Az-Zahra, Cianjur, Jawa Barat, adalah bentuk kebaikan para donatur yang direalisasikan Dompet Dhuafa melalui program Wakaf Sumur.

Sumur wakaf ini tidak hanya memberikan manfaat bagi para santri, tetapi juga 150 keluarga di Kampung Handeeul dan siapa saja yang membutuhkan air. Semoga sumur wakaf tersebut terus memberikan manfaat dan mengalirkan pahala kebaikan.

“Sumur wakaf ini boleh diambil manfaatnya bagi siapa saja yang membutuhkan. Kami tidak ingin warga sekitar merasakan kesulitan mendapat air seperi waktu itu,” katanya sambil bernostalgia dan kemudian bersyukur.

Oleh: Hafiz/Anndini

LEAVE A REPLY