Ilustrasi rokok elektrik atau vape  (Foto: Shutterstock)

ZNEWS.ID JAKARTA –  Pria yang merokok elektrik atau vape memiliki risiko mengalami disfungsi ereksi lebih tinggi, dua kali lipat daripada non-perokok. Hasil studi itu diterbitkan dalam American Journal of Preventive Medicine.

Pada laporan studi itu, ada korelasi yang nyata antara pria yang mengisap vape atau rokok elektrik dengan impotensi. Studi ini dilakukan oleh dokter di Fakultas Kedokteran Universitas New York dan Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins.

Hasil studi melibatkan data yang dikumpulkan  dari Studi Penilaian Populasi Tembakau dan Kesehatan (PATH). Dari 13.711 peserta yang dilibatkan, sekira 1.920 atau 14 persen mengatakan bahwa mereka saat ini menggunakan produk tembakau selain rokok.

Sekitar setengah dari keseluruhan peserta mengaku adalah mantan perokok, sementara 2.880 atau 21 persen masih berstatus perokok aktif.

Data didapati bahwa dibandingkan dengan pria yang tak pernah mengisap vape, pria pengguna vape 2,2 kali lipat lebih mungkin mengalami disfungsi ereksi.

‘Analisis kami memperhitungkan riwayat merokok, termasuk yang tidak pernah merokok sejak awal. Jadi, ada kemungkinan bahwa merokok vape setiap hari dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi yang lebih besar,” ujar penulis utama studi, dr Omar El Shahawy, dikutip dari Insider.

Para peneliti juga melihat ada peran faktor kardiovaskular yang memang dimiliki perokok dalam peningkatan risiko disfungsi ereksi pada penghisap vape. Dari total peserta studi, ada 11.207 yang sudah punya riwayat kardiovaskular dan 5,5 persen dari mereka mengalami disfungsi ereksi.

BACA JUGA  Penelitian Ungkap Konsumsi Apel Sehari Cegah Kelemahan di Usia Lanjut

LEAVE A REPLY