Ilustrasi rokok elektrik atau vape  (Foto: Shutterstock)

“Mengingat bahwa banyak orang mengandalkan vape saat ini sebagai alternatif merokok, kami memerlukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki hubungan antara produk vaping dengan risiko disfungsi ereksi. Dengan begitu akan lebih jelas kaitan di antara keduanya,” tutur El Shahawy.

“Temuan kami ini juga menggarisbawahi perlunya mempelajari pola penggunaan rokok elektrik yang relatif lebih aman daripada rokok konvensional,” ujarnya.

Sumber: Antara

LEAVE A REPLY