ZNEWS.ID JAKARTA – Hari Raya Idulfitri 1446 H semakin dekat. Pada Kamis (27/3/ 2025), Terminal Kampung Rambutan dipadati para pemudik yang bersiap pulang ke kampung halaman. Dalam suasana penuh semangat ini, Dompet Dhuafa turut ambil bagian dengan menghadirkan Pos Mudik Ramah Keluarga di area lobi keberangkatan terminal tersebut.
Pos ini menyediakan berbagai fasilitas demi kenyamanan para pemudik, seperti layanan pijat gratis, pemeriksaan kesehatan, area pengisian daya (charger corner), serta pojok bermain anak.
Selain itu, Dapur Keliling Dompet Dhuafa (Darling) juga hadir dengan menyediakan makanan tambahan untuk anak-anak, takjil, dan makanan berbuka puasa secara cuma-cuma, masing-masing sebanyak 100 paket setiap harinya.
Tidak hanya itu, Dompet Dhuafa juga membagikan paket kebersihan yang berisi sabun, sampo, sikat gigi, dan pasta gigi, untuk pemudik yang mungkin perlu membersihkan diri di fasilitas umum.
Kolaborasi juga dilakukan bersama merek kecantikan lokal Azalea, yang membagikan smooth foot cream untuk menjaga kesehatan kaki pemudik di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Putri, selaku penanggung jawab Pos Mudik Ramah Keluarga 2025, menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan bisa membantu hingga 1.500 pemudik.
Tahun ini, pos dibuka lebih lama dibandingkan sebelumnya, yaitu dari 25 hingga 29 Maret 2025. Selain di Terminal Kampung Rambutan, pos serupa juga hadir di Rest Area Taman Cirebon Power, Jawa Barat.
“Yang berbeda dari tahun sebelumnya adalah kami hadir lebih lama. Kalau dulu kami hadir tiga hari sebelum lebaran, kalau ini kami hadir dari tanggal 25-29 Maret. Itu pun kami menunggu edaran resmi dari pemerintah. Kalau lebaran jatuh pada 31 Maret, ya, kami akan hadir hingga 30 Maret 2025,” jelas perempuan yang juga aktif di Respons Darurat Kesehatan (RDK) Dompet Dhuafa tersebut.
Terpantau hari ini, lanjut Putri, Terminal Kampung Rambutan lebih ramai dari hari-hari sebelumnya. Mulai pukul 12.00 siang, Pos Mudik Ramah Keluarga Dompet Dhuafa sudah mulai dipadati pemudik yang ingin memakai berbagai macam layanan gratis.
“Harapannya pos ini dapat hadir membersamai para pemudik. Jadi tempat istirahat. Pemudik bisa pijat, atau cek kesehatan gratis sebelum ulang kampung. Bagi yang memiliki anak, bisa dititipkan ke Pojok Bermain Anak, di sana ada kakak-kakak yang akan menemani bermain dan belajar. Semoga pos ini dapat meringankan beban pemudik di tengah arus yang padat ini,” tutur Putri.
Qoddiyah yang merupakan pemudik tujuan Lubuklinggau, Sumatera Selatan terlihat sedang menikmati layanan cek kesehatan gratis. Ia mengaku terbiasa cek kesehatan sebelum pulang ke kampung halaman. Sayangnya jadwal kerja yang padat, membuatnya tak sempat melakukannya.
“Alhamdulillah, beruntung saya lihat Pos Mudik Dompet Dhuafa. Kalau dulu selalu bayar untuk cek kesehatan, nah, ini gratis. Terima kasih, Dompet Dhuafa!” ungkapnya.
Iqbal–seorang anak laki-laki yang sedang bermain di Pojok Bermain Anak yang terlihat senang. Menurutnya, kehadiran ruang bermain tersebut membuatnya tak bosan menunggu bus yang akan ia naiki untuk mudik.
“Iya, jadi enggak bosen kalau di terminal. Bisa main di sini, kakak-kakak pendampingnya juga baik,” tuturnya riang.
Tak ingin tertinggal momentum sukacita pemudik lainnya, seorang kuli panggul Terminal Kampung Rambutan, Sadirman, mengaku turut menggunakan layanan gratis dari Pos Mudik Dompet Dhuafa.
Sebagai pekerja lepas yang telah bekerja mulai dari jam 06.00 pagi, ia akhirnya menggunakan layanan Pos Mudik Dompet Dhuafa untuk melepas penatnya, sebelum akhirnya ia harus mencari rezeki kembali.
“Selain bermanfaat untuk para pemudik, ini juga sangat bermanfaat bagi saya yang sudah di sini dari jam 06.00 pagi untuk bekerja. Hari ini terminal cukup padat, saya belum sempat beristirahat. Akhirnya tadi ke sini (Pos Mudik), alhamdulillah, bisa cek kesehatan gratis juga,” ucapnya.
Pasangan Tirto dan Sarah pun merasa bersyukur saat tim Dompet Dhuafa memberikan makanan berbuka puasa. Mereka sempat khawatir tak sempat berbuka karena takut bus datang saat sedang membeli makanan.
“Lega sekali. Kami mengira tak sempat berbuka saat Magrib. Karena kalau kami tinggal untuk beli makanan berbuka, saya takut busnya datang. Tapi, kalau ditungguin, bus enggak datang-datang. Alhamdulillah, ada tim Dompet Dhuafa bagi-bagi makanan berbuka gratis ini. Waktunya sangat pas,” tuturnya.
Saat malam menjelang, terminal semakin ramai. Banyak pemudik menikmati makanan dari Dompet Dhuafa sambil bersiap menaiki bus masing-masing. Pos Mudik Ramah Keluarga pun menjadi oase di tengah hiruk-pikuk arus mudik yang padat.
Oleh: Hany Fatihah Ahmad


























