
Pengalaman beberapa program pembiakan yang pernah dijalankan pemerintah di peternak rakyat, ternyata tanpa adanya campur tangan pemerintah yang terfokus, maka program pembiakan belum mencapai hasil optimal.
Dengan demikian konsep pengelolaan pembiakan di pulau kecil dapat dikerjasamakan antara pemerintah, BUMN, dan perusahaan swasta atau koperasi dengan perjanjian tertentu sesuai perundangan berlaku.
Pemerintah bertindak sebagai regulator dan fasilitator. Sementara BUMN melakukan penyertaan modal dan fasilitas perbankan untuk permodalan bunga bersaing.
Pengelola bisnis pembiakan dapat dilakukan baik oleh BUMN, maupun perusahaan swasta/koperasi atau kerja sama antara BUMN dan perusahaan swasta/koperasi.
Sedangkan untuk penggemukan bakalan dari pulau pembiakan dapat dijadikan program pemberdayaan peternak untuk meningkatkan upaya bisnis kolektif berjamaah komunitas peternak rakyat yang saat ini telah diinisiasi oleh bupati/wali kota yang bekerja sama dengan perguruan tinggi (PT).
Pada perjanjian tersebut dapat disebutkan bahwa bisnis pembiakan harus menyerap tenaga kerja dari penduduk lokal, sehingga berdampak langsung pada masyarakat setempat.
Pola pembiakan sapi potong di pulau kecil sendiri sebetulnya pernah dilakukan pada zaman kolonial Belanda pada sapi Ongole yang diimpor dari India dan peranakannya telah tersebar di Pulau Jawa. Ketika itu pulau kecil yang dipilih adalah pulau Sumba.
Prinsipnya, pulau-pulau kecil dapat dimanfaatkan secara optimal dengan perencanaan terintegrasi dan berkelanjutan. Tentu harus sesuai peraturan perundangan yang berlaku agar upaya pelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud secara legal, sekaligus semakin mempererat persatuan bangsa.
Terakhir, pulau-pulau kecil harus mendatangkan manfaat agar tak hanya kebanggaan di peta, seperti pernah diungkap Proklamator, Mohammad Hatta, “Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekadar nama dan gambar seuntaian pulau di peta”.
Sumber: Antara























