Ilustrasi Memasak sebagai Terapi Jiwa. (Foto: Shutterstock)

Viska menambahkan bahwa memasak juga dapat digunakan sebagai proses pembentukan perilaku, terutama pada anak-anak. Ketika anak-anak dilibatkan dalam proses memasak, ada banyak manfaat yang bisa diperoleh sekaligus.

Dari aktivitas memasak, anak-anak belajar bahwa makanan yang mereka makan memerlukan proses yang panjang untuk menjadi makanan yang siap dikonsumsi.

Mereka dapat memahami mulai dari berbelanja bahan makanan, kompleksitas proses memasaknya, menyajikan makanan di meja makan, dan bahkan membersihkan alat-alat memasak setelah selesai.

Hal ini akan memantik empati anak-anak, yang pada gilirannya memunculkan rasa tanggung jawab dan kemandirian dalam mereka.

Fungsi Terapi

Memasak adalah proses yang melibatkan berbagai tahapan hingga makanan siap disajikan di meja makan. Selain sebagai aktivitas praktis, memasak juga memiliki manfaat sebagai bentuk terapi. Dalam kegiatan petualangan di dapur ini, terdapat banyak manfaat yang dapat diperoleh.

  • Memilih Menu

Memasak sendiri memberi kita kebebasan untuk menentukan menu sesuai selera dan keinginan. Namun, penting untuk menggunakan kebebasan itu dengan bijaksana dengan memilih menu yang sehat dan mempertimbangkan kecukupan nutrisi.

Studi dalam The Lancet Psychiatry yang berjudul “Nutritional Medicine as Mainstream in Psychiatry” telah mengungkapkan bahwa otak beroperasi pada tingkat metabolisme yang sangat tinggi, mengonsumsi sebagian besar energi total, dan membutuhkan nutrisi yang tepat.

Penelitian tersebut menemukan hubungan antara kesehatan otak dengan beberapa nutrisi, seperti lemak omega-3, vitamin B, zat besi, seng, magnesium, dan asam amino.

Oleh karena itu, penting untuk memilih resep masakan yang bernutrisi dan bertujuan untuk menyehatkan otak serta menjaga kesehatan mental.

LEAVE A REPLY