
Sekolah Inklusi
Gagasan pendidikan yang peduli penyandang disabilitas adalah sekolah inklusi. Sekolah yang bervisi meniadakan diskriminasi peserta didik, baik secara vertikal maupun horizontal, termasuk perbedaan fisik dan mental bukan hambatan bagi sekolah inklusi.
Sekolah inklusi ada sekolah yang mewadahi beragam penyandang disabilitas dengan melibatkan sejumlah pihak dalam asesmen awal penerimaannya.
Lembaga pendidikan demikian, sekolah inklusi, dituntut mengenali ragam penyandang disabilitas atau Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), baik jenjang SD, SMP, dan SMA.
Penyandang disabilitas, menurut UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan atau sensorik dalam jangka waktu lama, yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.
Selanjutnya, menurut UU Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat, Penyandang Disabilitas dikelompokkan ke dalam tiga jenis, yakni cacat fisik, cacat mental, dan cacat ganda. Dalam istilah Kemdikbudristek, disebut ABK wajib diterima sebagai peserta didik biasa di sekolah pendidikan inklusi.
Dalam konteks sekolah inklusi demikian, guru penting memahami jenis penyandang disabilitas yang menjadi peserta didiknya. Apakah dia tergolong cacat fisik atau mental. Kalau cacat fisik, perlakuan atas kekurangannya tentu berbeda dengan cacat mental.
Sebab, cacat fisik, misalnya, kecacatan yang dialami peserta didik bisa berakibat pada gangguan fungsi tubuh tertentu, macam gerak tubuh, penglihatan, pendengaran, dan kecakapan berbicara. Tentu, pendekatan, metode, teknik, dan perlakuan yang harus diambil seorang guru berbeda-beda.
Sementara itu, jika misalnya, peserta didik mengalami cacat mental, tentu juga berbeda pendampingannya. Cacat mental sendiri hakikatnya merupakan kelainan mental dan atau tingkah laku, baik cacat bawaan maupun akibat dari beragam penyakit lain. Berkaitan dengan penyandang disabilitas ini, ada film inspiratif yang bisa disimak, Taare Zameen Par.



























