
ZNEWS.ID CIANJUR – Memasuki waktu Asar, para penyintas yang berada di area pengungsian Kampung Buniaga RT 01/RW 06 Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, bergegas melaksanakan ibadah salat di musala darurat pengungsian tersebut.
Pasalnya, musala maupun masjid di wilayah itu banyak yang luluh lantak terdampak gempa yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Senin (21/11/2022) lalu.
Selepas salat Asar di musala darurat, Kosasih (74), salah satu penyintas, menceritakan bahwa beberapa musala di wilayah Kampung Buniaga rata dengan tanah.

Warga, kata dia, khawatir bangunan masjid bisa runtuh kembali. Terlebih jika hujan turun, air bisa menggenang di tenda-tenda.
Melihat kondisi itu, tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa mendirikan musala darurat, swadaya bersama para penyintas di sana.

Berukuran kurang lebih 7 x 5 meter persegi, musala darurat mampu menampung hingga 35 orang jemaah.
“Salat leuwih tenang dan tiasa jemaah. Lamun saacana pan salat di tenda, sorangan wae. Dan, teu khusyuk kitu (Salat lebih tenang dan bisa berjemaah. Kalau sebelumnya salat di tenda, sendiri saja. Dan, kurang khusyuk), aku Kakek Kosasih pada tim Dompet Dhuafa, Rabu (30/11/2022).



























