Kosasih (74), salah satu penyintas gempa Cianjur mengaku lebih tenang dan khusyuk salat di musala darurat yang dibuat Dompet Dhuafa. (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID CIANJUR – Memasuki waktu Asar, para penyintas yang berada di area pengungsian Kampung Buniaga RT 01/RW 06 Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, bergegas melaksanakan ibadah salat di musala darurat pengungsian tersebut.

Pasalnya, musala maupun masjid di wilayah itu banyak yang luluh lantak terdampak gempa yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Senin (21/11/2022) lalu.

Selepas salat Asar di musala darurat, Kosasih (74), salah satu penyintas, menceritakan bahwa beberapa musala di wilayah Kampung Buniaga rata dengan tanah.

Dompet Dhuafa mendirikan musala darurat untuk penyintas gempa Cianjur di pengungsian Kampung Buniaga RT 01/RW 06 Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. (Foto: Dompet Dhuafa)

Warga, kata dia, khawatir bangunan masjid bisa runtuh kembali. Terlebih jika hujan turun, air bisa menggenang di tenda-tenda.

Melihat kondisi itu, tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa mendirikan musala darurat, swadaya bersama para penyintas di sana.

Tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa bersama beberapa relawan dan warga membangun musala darurat di samping pengungsian Kampung Buniaga RT 001/ RW 006 Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. (Foto: DMC DD)

Berukuran kurang lebih 7 x 5 meter persegi, musala darurat mampu menampung hingga 35 orang jemaah.

“Salat leuwih tenang dan tiasa jemaah. Lamun saacana pan salat di tenda, sorangan wae. Dan, teu khusyuk kitu (Salat lebih tenang dan bisa berjemaah. Kalau sebelumnya salat di tenda, sendiri saja. Dan, kurang khusyuk), aku Kakek Kosasih pada tim Dompet Dhuafa, Rabu (30/11/2022).

LEAVE A REPLY