
“Dan bagi tiap-tiap umat telah kami syariatkan penyembelihan (qurban) supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak nyang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya, dan berilah kabar gembira pada orang-orang yang tunduk (patuh) pada Allah.” (QS Al Hajj: 34)
Tebar Kurban di Dompet Dhuafa
Kurban bukanlah ibadah yang memiliki sifat dinikmati seorang diri. Meskipun hukum berkurban bagi yang mampu adalah sunah muakad, kurban memiliki sifat sosial yang sangat tinggi. Allah memerintahkan daging kurban untuk dibagikan secara merata kepada seluruh umat muslim tanpa terkecuali. Orang kaya maupun miskin dapat menikmati daging kurban. Mempererat silaturahmi dan merayakan hari raya Idul Adha dengan suka cita.
“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.” (Al-Hajj: 36)
Namun dalam distribusi pembagian daging kurban tidak sedikit pihak-pihak yang tidak memperoleh daging, utamanya kaum fakir dan miskin. Seringkali pembagian daging kurban hanya berputar di satu wilayah yang sama, tidak merata hingga daerah pelosok.
Oleh sebab itu, Dompet Dhuafa mengajak untuk menebar hewan kurban hingga ke penjuru negeri. Sehingga, saudara seiman kita, utamanya para kaum dhuafa dapat merasakan nikmat dan suka cita daging kurban di Hari Raya Idul Adha. (dompetdhuafa.org)
Editor: Agus Wahyudi





























