JAKARTA – BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir pesisir (rob) yang dapat terjadi seiring dengan fase bulan baru pada 11 Januari 2024. Fenomena ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum.

Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, menekankan perlunya kewaspadaan dan kesiagaan masyarakat menghadapi dampak dari pasang air laut yang mencapai tinggi maksimum.

“Masyarakat diimbau selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut,” kata Eko di Jakarta, Rabu (10/1/2024) malam.

Eko menjelaskan bahwa potensi banjir rob dapat terjadi pada waktu yang berbeda di tiap wilayah, dengan dampak utama terjadi di sekitar pelabuhan dan pesisir.

Hal ini meliputi aktivitas bongkar muat di pelabuhan, pemukiman pesisir, serta kegiatan tambak garam dan perikanan darat.

Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, BMKG mengidentifikasi beberapa wilayah pesisir Indonesia yang berpotensi mengalami banjir rob, seperti pesisir Sumatra Utara, Sumatera Barat, Lampung, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, utara Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua.

Peringatan ini mencakup rentang waktu spesifik untuk setiap wilayah, seperti pesisir Belawan Sumatera Utara pada 9-16 Januari, pesisir Kota Padang Sumatra Barat pada 10-12 Januari, dan sejumlah wilayah pesisir lainnya dengan rentang waktu yang berbeda.

Masyarakat diminta untuk memerhatikan informasi terbaru dari BMKG dan melakukan langkah-langkah antisipatif guna mengurangi risiko dampak banjir rob di daerah masing-masing.

BACA JUGA  Waspadai Hujan Disertai Petir di Beberapa Wilayah Jakarta Jumat Ini

LEAVE A REPLY