JAKARTA, KBKNEWS.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) merupakan langkah mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains, bukan penyebab cuaca menjadi tidak stabil. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas menurunnya daya dukung lingkungan serta meningkatnya ancaman perubahan iklim.
BMKG meluruskan narasi yang beredar di media sosial yang menyebut OMC berisiko menjadi “bom waktu” karena dinilai dapat memicu cuaca ekstrem, membentuk cold pool (kolam dingin), hingga menumpuk curah hujan di wilayah tertentu dan memicu banjir besar.
Menurut BMKG, anggapan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah.
Dalam keterangannya, BMKG menjelaskan bahwa cold pool merupakan fenomena meteorologi yang sepenuhnya alami dan selalu terjadi setiap kali hujan turun. Fenomena ini terbentuk ketika air hujan menguap di bawah awan badai, mendinginkan udara, lalu menciptakan massa udara padat yang bergerak turun ke permukaan.
BMKG menegaskan, mengaitkan cold pool sebagai dampak berbahaya dari Operasi Modifikasi Cuaca merupakan kekeliruan sains.
OMC tidak menciptakan fenomena cuaca baru, melainkan dilakukan dengan perhitungan ilmiah ketat untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi di tengah meningkatnya intensitas cuaca ekstrem.




























