Wisata Gua Mahakarya di Sumenep Madura. (Foto: Travelingyuk.com)

Oleh masyarakat, batu-batu itu dinamai sebagai batu bintang. Kelap-kelip tadi berasal dari butiran-butiran berukuran mikro yang terperangkap pada lubang-lubang kecil seukuran ujung pentul korek api.

Sebetulnya stalagmit dengan pendaran cahaya mirip gugusan bintang ini merupakan bagian dari proses endapan mineral karena tetesan air dari kalsit yang menghasilkan mutiara gua atau cave pearl. Gua dengan koleksi bebatuan kalsit bak kelap-kelip bintang seperti ini juga terdapat di Gua Pindul, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Di ruang kedua ini kita juga dapat melihat sosok batuan stalagmit berjenis flowstone, dikenal juga sebagai batu alir. Batuan ini merupakan endapan dari kalsium karbonat, gipsum, dan bahan mineral lain yang terakumulasi dari miliaran kali tetesan air yang menetes perlahan ke permukaan atau dinding gua. Kandungan mineral termasuk kalsit ini kemudian menyelubungi bongkahan batu atau tanah.

Wisata Gua Mahakarya di Sumenep Madura. (Foto: Instagram.com/ @potretmadura)

Penjelasan tersebut tertuang dalam buku A Lexicon of Cave and Karst Terminology with Special Reference to Environmental Karst Hydrology yang diterbitkan oleh Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (US Environmental Protection Agency). Batu alir di ruang ini sungguh unik, karena jika kita ketuk pada bagian-bagian tertentu terutama di permukaan bawahnya, maka akan keluar bunyi-bunyian bernada khas.

Bebatuan unik juga terdapat di ruang ketujuh yang menjadi ruang terakhir dari Gua Mahakarya. Meski lagi-lagi harus merunduk untuk memasukinya, di ruang terakhir ini kita puas mengeksplorasi keindahan gua.

Di ruang ini terdapat batuan warna abu-abu berbentuk mirip beberapa manusia yang saling berangkulan. Tepat di ujung ruang ini kembali kita menemukan lubang besar di langit-langit gua. Sebuah pohon besar tumbuh tepat di gundukan dengan batang pohon keluar dari gua.

Ketika siang hari dan cuaca sedang terik, sinar mentari dapat menembus ke dalam gua melewati sela-sela batang dan daun pohon sehingga menghasilkan siluet indah berbentuk pendaran-pendaran sinar yang memukau. Di sinilah spot berfoto paling tepat bagi kita yang berkunjung ke Gua Mahakarya.

Editor: Agus Wahyudi

LEAVE A REPLY