
ZNEWS.ID JAKARTA – Retinopati diabetik adalah terganggunya penglihatan akibat rusaknya retina pada mata yang disebabkan oleh komplikasi penyakit diabetes melitus. Retinopati diabetik merupakan salah satu pemicu utama kebutaan.
Penderita retinopati diabetik bisa memulihkan penglihatannya dengan penanganan yang tepat. Namun, sering kali gejalanya tak segera diatasi karena hampir tak ada tanda awal sama sekali. Pengobatan retinopati diabetik meliputi penggunaan laser dan operasi pembedahan serta terapi obat.
Penyebab Retinopati Diabetik
Retinopati diabetik bisa terjadi saat kadar gula darah yang naik akibat diabetes menyebabkan perubahan pada pembuluh darah di retina. Dalam beberapa kasus, pembuluh ini akan membengkak (edema makula) dan memicu cairan keluar ke bagian belakang mata.
Dalam kasus lain, perubahan kadar gula darah itu memicu pertumbuhan pembuluh darah abnormal di permukaan retina. Bila tak segera ditangani, kelainan itu perlahan-lahan dapat menyebabkan retinopati diabetik yang serius.
Semua orang yang mengidap diabetes tipe 1 atau 2 berisiko mengalami retinopati diabetik. Menurut hasil riset yang dipublikasikan di jurnal American Diabetes Association, orang yang hidup dengan diabetes selama 20-25 tahun lebih mungkin menderita retinopati.
Risiko itu kian besar jika:
- Gula darah tinggi.
- Kolesterol tinggi.
- Tekanan darah tinggi.
- Dalam kondisi hamil.
- Biasa merokok.
Gejala Retinopati Diabetik
Gejala retinopati diabetik tidak kentara pada tahap awal. Sebab, gejala biasanya baru muncul ketika penyakit itu sudah masuk stadium lebih tinggi.





























