Wisata Gua Mahakarya di Sumenep Madura. (Foto: Travelingyuk.com)

Punggung dan kepala lumayan terasa pegal-pegal karena harus merunduk selama beberapa menit. Namun, semua itu terbayarkan ketika memasuki ruang pertama yang lumayan luas seperti ruang pertemuan (hall) dengan langit-langit yang cukup tinggi, sekitar 4-5 meter. Dari sini, semua petualangan seru dimulai. Kita akan disuguhkan keunikan koleksi bebatuan stalaktit dan stalagmit di dalamnya. Corak bebatuannya sungguh khas dengan warna krem dan cokelat yang mendominasi.

Stalaktit menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bebatuan pada langit-langit gua, bentuknya memanjang dengan ujung meruncing ke bawah. Terdapat banyak lubang pada bagian-bagian stalaktit. Stalaktit berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘menetes’. Artinya, pembentukan bebatuan menggantung ini berasal dari mineral kalsit atau kalsium karbonat yang mengendap serta mineral lainnya.

Endapan mineral-mineral tadi termasuk kalsit mewujud dalam bentuk larutan air yang setiap saat menetes perlahan dari sela bebatuan. Air ini meluncur mulus hingga ke ujung stalaktit dan jatuh ke dasar gua.

Wisata Gua Mahakarya di Sumenep Madura. (Foto: Instagram.com/ @potretmadura)

Tetesan air ke dasar gua ini yang berlangsung setiap saat dengan lama proses sejak jutaan hingga miliaran tahun akan menghasilkan stalagmit. Berkebalikan dengan stalaktit, stalagmit punya proporsi yang lebih tebal dan tumbuh di dasar. Bentuk runcing stalagmit juga kebalikan stalaktit, justru menjulang ke atas.

Di Gua Mahakarya ini, kita masih bisa menjumpai sejumlah bagian dari stalaktit yang meneteskan air seperti yang terjadi di ruang pertama gua. Heningnya suasana di dalam gua membuat suara tetesan air dari stalaktit terdengar lumayan menggema. Di salah satu sudut langit-langit ruang pertama ini terdapat lubang besar berdiameter sekira lima meter yang mengalirkan udara segar dan sinar mentari.

Kehadiran lubang itu membantu ruangan menjadi lebih terang serta memasok udara ke dalam gua. Jika cuaca cukup bagus, sinar mentari yang menembus ranting-ranting pepohonan yang tumbuh di bagian atas sekitar lubang akan menghasilkan pendaran-pendaran indah ke dalam gua.

Di ruang kedua Gua Mahakarya meski telah dipasangkan lampu bertenaga surya di beberapa bagiannya, kondisinya lebih gelap dari ruang pertama. Di sini kita bisa melihat ada stalagmit dengan beberapa bagian permukaannya berpendaran cahaya seperti bersinar kelap-kelip. Mirip sekali bintang-bintang di langit saat malam.

LEAVE A REPLY