Pesantren Al Wafi International Islamic Boarding School (IIBS) bekerja sama dengan Dompet Dhuafa menyerahkan bantuan untuk warga terdampak bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Jumat (13/12/2024). (Foto: Dompet Dhuafa)

Dengan membangun kehadiran di lapangan dan bekerja sama erat dengan masyarakat setempat, Dompet Dhuafa telah mampu memastikan bahwa bantuan menjangkau mereka yang paling membutuhkannya.

Peran Dompet Dhuafa dalam krisis ini tidak hanya terbatas pada pemberian bantuan langsung. Organisasi ini juga memainkan peran penting dalam membangun kembali masyarakat dan menumbuhkan ketahanan.

Dengan mendukung upaya pemulihan jangka panjang, Dompet Dhuafa membantu memastikan bahwa masyarakat Flores Timur dapat membangun kembali kehidupan dan penghidupan mereka.

Saat kita merenungkan dampak letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki, jelas bahwa jalan menuju pemulihan akan panjang dan penuh tantangan.

Namun, dengan dukungan organisasi seperti Dompet Dhuafa, kita dapat yakin bahwa masyarakat yang terdampak akan bangkit dari krisis ini dengan lebih kuat dan tangguh.

“Kami mengapresiasi Al Wafi International Islamic Boarding School atas semangat donasinya yang dermawan dan mengajak lembaga juga individu lain untuk melakukan hal yang sama. Dompet Dhuafa telah melakukan respon sejak erupsi berlangsung dengan mengerahkan tim Disaster Management Center (DMC) di lokasi terdampak. Mohon doanya supaya Dompet Dhuafa dapat terus Amanah dalam menyalurkan donasi yang tepat sasaran,” ucap Dimas Muttakhin selaku Community Relation Dompet Dhuafa.

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang terjadi pada 3 November 2024 lalu memaksa lebih dari 10 ribu orang untuk meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tujuh pos pengungsian yang tersebar di Kabupaten Flores Timur, NTT.

Hingga kini, lebih dari 30 hari setelah erupsi, para penyintas masih bertahan di pos-pos pengungsian karena gunung masih terus menunjukkan aktivitas vulkanik.

Oleh: Dimas Muttakhin

LEAVE A REPLY