Warga membawa jenazah orang yang meninggal akibat penyakit virus korona (Covid-19), saat kremasi massal, di krematorium di New Delhi, India pada 28 April 2021.
Foto: Anadolu Agency

ZNEWS.ID, NEW DELHI – India mencatat lebih dari 4.000 kematian akibat COVID-19 selama dua hari berturut-turut pada Kamis (13/5/2021). Sementara infeksi tetap di bawah 400.000 kasus dalam empat hari terakhir, meskipun virus telah merajalela di daerah pedesaan di mana kasus-kasus dapat tidak dilaporkan karena kurangnya pengujian.

Para ahli tetap tidak yakin kapan angka infeksi akan mencapai puncaknya dan kekhawatiran berkembang tentang penularan varian yang mendorong infeksi di India dan menyebar ke seluruh dunia.

Bhramar Mukherjee, seorang profesor epidemiologi di Universitas Michigan, mengatakan sebagian besar model telah memperkirakan puncak infeksi di India pada minggu ini, dan bahwa negara tersebut dapat melihat tanda-tanda tren itu.

“Namun, jumlah kasus baru setiap hari cukup besar untuk membebani rumah sakit,” katanya di Twitter. “Kata kuncinya adalah optimisme hati-hati,” cuitnya.

Situasinya sangat buruk di daerah pedesaan Uttar Pradesh, negara bagian terpadat di India dengan populasi lebih dari 230 juta jiwa. Gambar-gambar televisi menunjukkan keluarga-keluarga yang menangisi orang mati di rumah sakit pedesaan atau menginap di bangsal untuk merawat orang sakit.

Mayat-mayat telah terdampar di Sungai Gangga, sungai yang mengalir melalui negara bagian India, karena krematorium kewalahan menangani jenazah dan kayu untuk pembakaran pembakaran jenazah sangat sedikit.

“Statistik resmi tidak memberi Anda gambaran tentang pandemi dahsyat yang mengamuk di pedesaan UP,” tulis aktivis terkenal dan politisi oposisi Yogendra Yadav di The Print, merujuk pada pedesaan Uttar Pradesh.

LEAVE A REPLY