
ZNEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah Prancis kembali menunjukkan keberpihakan mereka setelah mengeluarkan larangan unjuk rasa pro Palestina.
Menteri dalam negeri Prancis telah meminta polisi untuk melarang protes pro-Palestina di Paris akhir pekan ini terhadap eskalasi serangan udara Israel baru-baru ini di wilayah Palestina yang terkepung di Gaza dan tindakan keras di Yerusalem Timur dan Tepi Barat yang diduduki zionis.
“Saya telah meminta kepala polisi Paris untuk melarang protes pada hari Sabtu terkait dengan ketegangan baru-baru ini di Timur Tengah,” tulis Gerald Darmanin, menteri dalam negeri Prancis di Twitter pada Kamis (13/5/2021) waktu setempat.
“Ini gangguan serius terhadap ketertiban umum, belajar dari 2014” katanya, merujuk pada protes terhadap serangan Israel di Gaza tahun itu.
Pada 19 Juli 2014, beberapa ribu pengunjuk rasa menentang larangan demonstrasi di Barbes dan demonstrasi dengan cepat berubah menjadi kekerasan yang berlangsung selama berjam-jam.
“Instruksi diberikan kepada prefek agar waspada dan tegas,” tambah Darmanin.
Para aktivis menyerukan protes di distrik Barbes di utara Paris untuk berdemonstrasi melawan pemboman udara yang semakin intensif di Jalur Gaza.





























