Ilustrasi bau mulut. (Istockphoto/PeopleImages)

ZNEWS.ID JAKARTA – Cara mengatasi bau mulut telah banyak diulas baik dari sisi kesehatan maupun sisi keagamaan. Namun, kabanyakan dari tulisan itu belum merangkum semuanya. Dalam tulisan ini dijelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan bau mulut, baik pemaknaan hadis, pencegahan maupun mengatasi saat menjalani ibadah puasa.

Dalam agama Islam, puasa memiliki keistimewaan di hadapan Allah SWT. Hal ini dibuktikan dengan adanya  hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari sebagai berikut,

لَخُلُوْفُ فَمِّ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ تَعَالَى مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ

Artinya: “Bau mulut orang yang berpuasa menurut  Allah lebih harum daripada arom misk (minyak wangi).” (HR Bukhari)

Hadis ini menurut KH Ali Mustafa Ya’qub tidak cukup dipahami secara tekstual saja. Melainkan perlu adanya pemaknaan majazi. Allah jelas tidak memiliki kesamaan dengan makhluknya, sehingga tidak bisa dimaknai begitu saja bahwa Allah mencium bau mulut orang yang berpuasa  secara dhohir.

Lantas, Kyai Ali pun menyimpulkan bahwa kalimat “Bau mulut orang yang berpuasa menurut Allah lebih harum dariada aroma misk (minyak wangi)” , dipahami dengan makna Allah yang meridai dan dekat dengan orang yang berpuasa.

Dari penjelasan ini, dapat dipahami  bahwa mengatasi bau mulut bukanlah larangan. Bahkan jika bertujuan untuk nyaman berkomunikasi dengan orang lain, membersihkan bau mulut lebih utama. Jangan sampai hanya memahami tekstual saja.

Bau mulut jika dibiarkan akan menjadi penyakit,  menurut ilmu kesehatan disebut dengan halitosis.  Halitosis ini bisa muncul karena  beberapa menumpuknya bakteri negatif yang merusak kesehatan mulut, khususnya persoalan bau.

LEAVE A REPLY