Ilustrasi Tetap Percaya Diri saat Puasa Ramadan. (Foto: Freepik)

Oleh: Azkia Ulil Azmy

ZNEWS.ID JAKARTA – Puasa saat Ramadan tidak boleh mengurangi produktivitas kita sebagai seorang muslim. Namun, kadang kala kepercayaan diri dalam melakukan aktivitas saat puasa terganggu karena adanya gangguan kesehatan seperti bau mulut.

Mengapa hal itu bisa terjadi ? Saat orang berpuasa, dia menahan haus dan lapar dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Ibadah puasa adalah ibadah yang akan membawa dampak pada beberapa hal karena pola makan yang berubah. Yang tadinya makan pada pagi, siang, dan sore hari, pada saat puasa, makan jadi malam hari.

Sehingga, aktivitas air liur yang dikeluarkan berkurang karena tidak ada makanan yang dikunyah sehari penuh. Hal ini menyebabkan bakteri anaerob di antaranya spesies Streptococcus penghasil belerang berkembang biak di dalam mulut. Karena itu, bau mulut pada orang berpuasa tidak dapat dihindari.

Ahmad Zarkasih dalam bukunya berjudul Bekal Ramadan, mengatakan bahwa bau mulut yang dipandang oleh manusia sebagai bau yang kurang sedap justru dipandang oleh Allah sebagai keutamaan.

Berdasarkan salah satu hadis sahih. Rasulullah bersabda:

وَلَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْك.ِ

“Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR Muslim)

Persoalan bau mulut ini juga dijelaskan dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَخُلُوْفُ فَمِّ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ تَعَالَى مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ

“Demi Zat yang berkuasa atas nyawaku, sungguh bau mulut orang puasa itu lebih wangi menurut Allah daripada bau misik.”

Meski demikian, seperti dikutip laman NU Online, dari hadis ini, sebagian orang justru salah kaprah memaknainya. Karena disebutkan bahwa bau mulut orang berpuasa lebih wangi daripada bau minyak misik, maka orang mengira bahwa yang menjadi patokan adalah bau mulutnya, sehingga orang tersebut merasa tak perlu membersihkan mulutnya ketika berpuasa.

Mereka menganggap semakin berbau mulut, akan semakin wangi seperti misik menurut Allah SWT. Padahal, ada beberapa hal yang diharus diperhatikan ketika membaca hadis ini.

LEAVE A REPLY