Ilustrasi Penyebab Overthinking dan Cara Mengatasinya. (Foto: Shutterstock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Overthinking atau menggunakan terlalu banyak waktu untuk memikirkan suatu hal hingga mengganggu hidup bisa menyebabkan seseorang terkena stres dan depresi.

“Overthinking termasuk masalah mental health? Iya, karena dampaknya banyak bisa ke produktivitas, rasa berharga akan diri sendiri. Kalau terus dipelihara nanti mengarah ke stres sampai depresi,” kata Psikolog Indah Sundari Jayanti MPsi Psikolog.

Menurut Indah, orang-orang seringkali memikirkan hal yang sebenarnya tidak perlu dipikirkan saat ini sehingga menyebabkan mereka overthinking.

Dia menjelaskan bahwa kondisi mental terkait erat dengan fisik. Saat seseorang mengalami kondisi stres tertentu, otomatis yang bereaksi bukan hanya psikis, tetapi juga fisiknya.

Berbicara stres, Indah menyarankan orang-orang memahami kondisi dirinya. Apabila mereka masih mempunyai tenaga cukup, suasana hati positif dan merasa apa yang dihadapi prioritas, maka hadapilah.

“Tetapi kalau bukan prioritas, enggak mood, energi sudah habis, istirahat dulu. Karena seringkali kondisi stres muncul karena kita terlalu memaksakan diri untuk mengerjakan sesuatu di luar kapasitas kita,” kata dia.

Penyebab dan Dampak Overthinking

Istilah overthinking kerap muncul untuk menggambarkan rasa prasangka dan ketakutan yang menyerang pikiran diri sendiri.

Menurut Dosen Fakultas Psikologi Universitas Bhayangkara, Wahyu Aulizalsini A MPsi Psikolog, rasa tersebut bisa tidak rasional dan intens, sehingga dapat mengganggu kebahagiaan dan rasa aman, serta berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari.

“Apa jadinya jika ada seseorang yang dalam hidupnya selalu diliputi rasa curiga sampai berlebihan, tentu itu menandakan ada yang salah pada dirinya. Terlebih jika dirinya sendiri tidak bisa membuktikan apakah prasangka dia terhadap orang tersebut benar, atau hanya semacam praduga pribadi saja. Tentu hal ini akan membuat diri sendiri dan orang yang dicurigai merasa tidak nyaman,” jelas Wahyu.

LEAVE A REPLY